@thesis{thesis, author={RAMADHINA WAFFA NABILLAH}, title ={UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BIJI BUAH SALAK (Salacca zalacca) SEBAGAI ANTIDIABETES PADA MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIINDUKSI ALOKSAN}, year={2022}, url={https://repository.universitas-bth.ac.id/2274/}, abstract={Tanaman salak (Salacca zalacca) merupakan tanaman aseli Indonesia. Selain rasa buahnya yang manis, biji buah salak juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol biji buah salak sebagai antidiabetes dan dosis terbaik ekstrak etanol biji buah salak terhadap penurunan kadar glukosa darah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan induksi aloksan (4,2 mg/20 g BB mencit). Mencit dibagi menjadi 5 kelompok, dan terdapat 5 ekor dimasing-masing. kelompok 1 merupakan kontrol negatif dengan pemberian Na-CMC 1%, kelompok 2 kontrol positif yang diberi glibenklamid dengan dosis 0,013 mg/20 g BB mencit, sedangkan kelompok 3, 4, dan 5 adalah kelompok dosis uji 1, 2, dan 3 dengan dosis 18,2 mg/20 g BB mencit, 45,5 mg/20 g BB mencit, dan 91 mg/20 g BB mencit. Pemberian dosis uji dilakukan setiap hari selama 7 hari setelah induksi aloksan dan mencit dalam keadaan diabetes atau hiperglikemia (> 200 mg/dL). Data hasil pengujian yang didapat, dianalisis dengan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan uji post hoc LSD. Pada penelitian ini parameter yang diamati adalah glukosa darah mencit yang dicek menggunakan glukometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol biji buah salak mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, yang diduga memiliki aktivitas sebagai antidiabetes. Pada dosis uji 3 (91 mg/20 g BB mencit) merupakan pemberian dosis uji terbaik dalam penurunan kadar glukosa darah mencit karena memiliki efektivitas penurunan kadar glukosa darah yang sama dengan kontrol positif (glibenklamid).} }