@thesis{thesis, author={Zein Muhamad Riefhan}, title ={UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT KERNEL BIJI LIMUS (Mangifera Foetida Lour) SECARA IN VIVO DENGAN MENGUKUR KADAR MDA TIKUS JANTAN YANG TERPAPAR ASAP ROKOK}, year={2023}, url={https://repository.universitas-bth.ac.id/2933/}, abstract={ABSTRAK Uji Aktivitas Antioksidan Fraksi Etil Asetat Kernel Biji Limus (Mangifera Foetida Lour) Secara In Vivo Dengan Mengukur Kadar Mda Tikus Jantan Yang Terpapar Asap Rokok Muhamad Riefhan Zein Program Studi S1 Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada ABSTRAK Antioksidan merupakan salah satu senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas dan menghambat terjadinya oksidasi pada sel. Fraksi etil asetat kernel biji limus telah dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fraksi etil asetat kernel biji buah limus (Mangifera Foetida Lour) terhadap kadar MDA tikus yang terpapar asap rokok serta mengetahui efektivitas kadar fraksi etil asetat kernel biji buah limus (Mangifera Foetida Lour) terhadap kadar MDA tikus yang terpapar asap rokok. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorik (true experimental laboratories) menggunakan hewan uji coba tikus wistar jantan sebagai subjek penelitian dengan metode post test only control group design yang bertujuan untuk mengetahui efek dari perlakuan yang dilakukan. Tikus wistar jantan sebanyak 30 ekor dikelompokan menjadi 6 kelompok yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, dosis 1 (4,3 mg/200 g BB tikus) kelompok dosis 2 (8,6 mg/200 g BB tikus) dan kelompok dosis 3 (17,2 mg/200 g BB tikus). Sediaan fraksi etil asetat kernel biji buah limus diberikan secara oral sehari tiga kali selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian dosis 1 (4,3 mg/ 200 g BB tikus) fraksi etil asetat biji buah limus (Mangifera foetida Lour.) memiliki kadar MDA tikus paling kecil dan berbeda bermakna dengan kelompok kontrol negatif. Pemberian dosis 1 (4,3 mg/ 200 g BB tikus) fraksi etil asetat biji buah limus (Mangifera foetida Lour.) memiliki efektifitas lebih baik dibandingkan kelompok kontrol positif. Kata kunci: Mangifera Foetida Lour, Antioksidan} }