@thesis{thesis, author={Isdianti Windy Fauziah}, title ={PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BIJI SALAK PONDOH DAN SALAK LOKAL CINEAM TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI FACIAL WASH}, year={2023}, url={https://repository.universitas-bth.ac.id/2965/}, abstract={Salah satu masalah kulit yang terjadi hampir pada setiap orang yaitu jerawat. Bakteri Staphylococcus aureus dikenal sebagai salah satu patogen penyebab jerawat. Tanaman biji salak pondoh (Salacca zalacca var pondoh) dan salak lokal Cineam (Salacca zalacca (Gaert.) Voss.) mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin dan kuinon berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak biji salak pondoh dan salak lokal Cineam terhadap bakteri Staphylococcus aureus serta pemanfaatannya sebagai gel facial wash. Metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Biji salak pondoh dan salak lokal Cineam memenuhi persyaratan parameter simplisia spesifik dan non spesifik. Uji aktivitas antibakteri ekstrak menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak biji salak pondoh memiliki daya hambat tertinggi sebesar 24,63 mm (100%) dan terendah sebesar 13,27 mm (10%), sedangkan pada ekstrak biji salak lokal Cineam tertinggi 23,03 mm (100%) dan terendah sebesar 12,71 mm (10%). Hasil daya hambat yang lebih kuat yaitu ekstrak biji salak pondoh. Pada pembuatan sediaan gel facial wash digunakan zat aktif hasil uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) 5% ekstrak biji salak pondoh dan memberikan daya hambat sebesar 11,95 mm termasuk ke dalam kategori kuat. Sediaan memenuhi ketentuan persyaratan evaluasi yaitu uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan kemampuan busa kecuali uji viskositas F1. Kata Kunci: Biji Salak, Staphylococcus aureus, Difusi Cakram, Gel Facial Wash} }