@thesis{thesis, author={Fatimah Irma Siti}, title ={Studi Etnobotani Tanaman Obat dan Skrining Fitokimia Pada Tanaman Famili Zingiberaceae di Kampung Naga Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya}, year={2024}, url={https://repository.universitas-bth.ac.id/4241/}, abstract={Etnobotani yaitu warisan dari nenek moyang yang digunakan sebagai pengobatan tradisional yang digunakan secara turun temurun. Salah satu pemanfaatan yang dilakukan oleh masyarakat adalah untuk pengobatan. Salah satu famili tumbuhan yang sudah banyak dimanfaatkan untuk pengobatan adalah Zingiberaceae. Skrining fitokimia merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder suatu bahan alam.: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies dari famili zingiberaceae, mengetahui hasil skrining fitokimia tumbuhan obat dan untuk mengetahui hubungan kesesuaian efek farmakologi dengan studi empiris tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat di wilayah tersebut.: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan analisis data kualitatif deskriptif dan kuantitatif menggunakan teknik snowball sampling dengan cara wawancara dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukan terdapat 12 jenis spesies dari tanaman famili zingiberaceae yaitu yaitu kunyit, kunyit putih, kunyit hitam, lengkuas, temulawak, jahe, jahe merah, lempuyang wangi, kecombrang, kapulaga, bangle/panglay dan kencur. Sitasi paling tinggi ialah kunyit (Currcuma domestica) dengan persentase sebesar 30%. Bagian tanaman yang paling banyak digunakan ialah rimpang, cara pengolahan yang paling banyak digunakan ialah diparut dan cara penggunaan yang paling banyak ialah diminum. Nilai fidelity level yang palig tinggi ialah pada kunyit untuk mengobati gastritis sebsesar 93%. Nilai RKI yang paling tinggi ialah pada kategori sistem integumen dengan nilai RKI sebesar 0,96104.} }