A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={ }, title ={Resistensi Santri Pada Fatwa Kiai (Studi Fenomenologi di Pondok Pesantren Sunan Drajat)}, year={2021}, url={https://digilib.unesa.ac.id/detail/MDE4NDI4MDAtZTdjYy0xMWViLWFjZDMtY2JkYzQwYTZlYzVj}, abstract={Pondok pesantren merupakan tempat belajar santri menimbah ilmu pengetahuan dan keagamaan, mereka tinggal dipondok pesantren untuk mempelajari mengenai kehidupan sehari-hari, namun dewasa ini pondok pesantren termasukke dalam area kampanye tokoh politik untuk mencari suara, karena dalam pondok pesantren identik jika para santriakan patuh terhadap fatwa Kiai, hal ini dijadikan dalih untuk mencari suara bagi aktor politik sehingga Pondokpesantren dijadikan area kampanye dalam pesta demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi anjuranKiai terhadap santri mengenai pilihan politik tahun 2019, mengetahui respon santri dan menganalisis motif santridalam pemilihan Presiden tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan menggunakanpendekatan Fenomenologi. Teori Alfred Schutz digunakan untuk mengetahui motif santri melakukan resistensi terhadapfatwa Kiai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa alasan santri melakukan resistensi yaitu keluarga santriyang mendukung pasangan calon lain, dan santri yang merasa terganggu dengan adanya kampanye di lingkunganPondok Pesantren. santri mengatakan bahwa pondok pesantren sering dikunjungi oleh aktor politik untuk meminta doakepada Kiai, dan dilanjutkan dengan kampanye saat proses belajar mengajar berlangsung. Kiai memberi anjuranuntuk memilih salah satu pasangan calon yaitu Prabowo Subianto, namun dalam realitanya santri melakukan resistensidengan memilih pasangan calon yang mereka yakini. Kata Kunci: Resistensi, Pondok pesantren, pemilihan Presiden, Politik} }