A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={ }, title ={PERAN PEMBINA STUDENT COUNCIL DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN PADA SISWA DI BANLANGA SCHOOL, THAILAND}, year={2023}, url={https://digilib.unesa.ac.id/detail/MDJhYWFlNDAtMjlmMi0xMWVlLTg3YjAtNDE2Y2E4MjY4NmJl}, abstract={Berdasarkan data statistik Department of Juvenile Observation and Protection (DJOP), jumlah penduduk yang ditangkap dan dirujuk ke pusat JOP mencapai 14.182 pada tahun 2021. Berdasarkan data tersebut, 21 persen dari pelanggar hukum adalah seorang siswa sekolah dasar dan 55 persen pelanggar hukum adalah siswa sekolah menengah pertama. Melihat fenomena ketidakdisiplinan yang berujung pada peanggaran hukum oleh anak di bawah umur tersebut, pendidikan karakter disiplin semakin diakui. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai peran pembina sebagai pembimbing, motivator dan evaluator Student Council dalam membentuk karakter disiplin pada siswa di Banlanga School. Dalam rangka mencapai tujuan penelitian tersebut, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yakni pembina Student Council, direktur Banlanga School, dan ketua Student Council. Teknik analisis data yang peneliti gunakan adalah teknik analisis data milik Miles dan Huberman yang terdiri dari empat tahapan, yaitu kondensasi, pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini, yaitu (1) Pembina Student Council memenuhi perannya sebagai pembimbing dalam membentuk karakter disiplin siswa di Banlanga School dengan menjalankan kegiatan Student Council yang dapat melatih siswa untuk disiplin serta membimbing jalannya kegiatan Student Council tersebut. (2) Sebagai Motivator, pembina Student Council pertama tama akan memotivasi siswa untuk mengikuti Student Council. Pembina Student Council juga selalu memberi motivasi berupa arahan kepada siswa. Selain itu pembina Student Council juga selalu memberi motivasi dalam rapat anggota Student Council. Dalam memotivasi siswa untuk bersikap disiplin pembina akan memberi contoh bagaimana sikap disiplin berawal dari diri sendiri lalu menunjuk siswa yang sekiranya dapat dicontoh temannya dalam hal kedisiplinan. (3) Sebagai evaluator, pembina Student Council selalu melakukan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan Student Council. Pembina Student Council tidak hanya mengevaluasi anggota Student Council, peraturan yang ada di Banlanga School berlaku untuk semua warga sekolah, siapa saja yang melanggar peraturan tersebut akan diberi sanksi. Sanksi yang diberikan merupakan sanksi edukatif. Evaluasi diberikan bertahap dimulai dari penanaman karakter disiplin dahulu agar karakter tersebut dapat ditumbuhkan, lalu pembiasaan dan terakhir penguatan.} }