A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={ }, title ={Islamisasi Masyarakat Tionghoa di Surabaya Masa Orde Baru}, year={2019}, url={https://digilib.unesa.ac.id/detail/MDJjYzYyNTAtODM1OS0xMWU5LThmOWQtYjM4YzEyZGFiZTE1}, abstract={ABSTRAKIslamisasiMasyarakat Tionghoa di Surabaya Masa Orde BaruNama : M. MuwafiqZamroniNIM :12040284049ProgramStudy :S1-Pendidikan SejarahJurusan : Pendidikan SejarahFakultas : Fakultas Ilmu Sosial dan HukumNamaLembaga :Universitas Negeri SurabayaPembimbing :Dra. Sri Mastuti P., M.Hum.EtnisTionghoa merupakan etnis minoritas di Indonesia, sebagai etnis minoritas merekaharus bisa berbaur dengan masyarakat pribumi yang merupakan mayoritas diIndonesia. Dalam sejarahnya etnis Tonghoa mengalami masalah dalam menjalinhubungan yang baik dengan masyarakat pribumi. Hal ini menimbulkan berbagai diskriminasiyang terjadi terhadap etnis Tionghoa. Salah satu cara agar terjalin hubunganyang baik antara masyarakat pribumi dan Tionghoa sehingga tidak terjadidikriminasi adalah melalui asimilasi. Salah satu cara asimilasi yang dilakukanadalah melalui Islamisasi. Cara Islamisasi dipilih karena mayoritas pendudukIndonesia merupakan penganut agama Islam.Rumusanmasalah dalam penelitian adalah (1) Bagaimana tokoh tokoh Islamisasi Tionghoamasa Orde Baru di Surabaya (2) Bagimana wadah dan upaya yang dilakukan agarIslamisasi masyarakat Tionghoa masa Orde Baru di Surabaya. (3) bagimana dampakIslamisasi Tionghoa masa Orde Baru di Surabaya. Metode yang digunakan adalahmetode penelitian sejarah Heuristik,Kritik, Interpretsi, dan Historiografi.Hasilpenelitian ini menjelaskan bahwa terdapat tokoh tokoh Tionghoa yangmencetuskan dan mendukung Islamisasi masyarakat Tionghoa salah satunya adalahH. Abdul Karim Oey yang merupakan orang yang memprakarsai berdirinya PITI.kemudian ada Junus Yahya, beliau adalah pendiri Yayasan Pembauran dan merupakanorang yang sangat giat dalam berdakwah dalam rangka Islamisasi masyarakatTionghoa. Selain itu, ada juga Bambang Sujanto dan Ust. Syaukani Ong yangmerupakan orang orang pendiri PITI Surabaya. Beliau berdua merupakan dua daribeberapa tokoh Tionghoa muslim di Surabaya yang berdakwa di kalangan masyarakatTionghoa.Dalamproses Islamisasi yang dilakukan terdapat wadah yang menjadi pendukungdilakukannya Islamisasi seperti PITI, Yayasan Pembauran, Yayasan H. Karim Oey.Upaya upaya yang dilakukan dalam Islamisasi dengan cara bersilaturrohim diorang orang Tionghoa yang non muslim, selain itu juga dengan mmpertemukanorang orang Tionghoa Muslim dan non Muslim di acara acara yang dilakukanoleh organisasi Tionghoa Muslim seperti PITI pada saat kegiatan di hari haribesar Islam seperti contonya hari raya, maulid, serta Romadhon. ProsesIslamisasi yang dilakukan tehadap masyarakat Tionghoa mengalami juga mengalamiberbagai masalah dan hambatan mulai dari ekonomi, psikologi serta fisik. Namunberagai masalah tersebut tidak menjadi penghalang terhadap dakwah di kalanganmasyarakat Tionghoa. Islmaisasi dilakukan dengan tujuan agar mereka menjadiseorang muslim yang kemudian menjadi identitas mereka sehingga identitas merekamenjadi Muslim Tionghoa.Kata Kunci: Tionghoa,Orde Baru, Islamisasi, PITI, ABSTRACT Islamization of the Chinese Community inSurabaya during the New Order Name :M. MuwafiqZamroniNIM :12040284049Study Program :S1-History EducationDepartment :Historical EducationFaculty :Faculty of Social Sciences and LawName of Institution :Surabaya State UniversityAdvisor :Dra. Sri Mastuti P., M.Hum. Ethnic Chinese are ethnic minorities in Indonesia,as ethnic minorities they must be able to mingle with the indigenous people whoform the majority in Indonesia. Historically Tonghoa experienced problems inestablishing good relationships with indigenous people. This led to variousdiscrimination that occurred against the Chinese ethnic. One way to establishgood relations between indigenous and Chinese communities so that they do notoccur in discrimination is through assimilation. One way of assimilationcarried out is through Islamization. The method of Islamization was chosenbecause the majority of the population of Indonesia are adherents of Islam.The formulation of the problem in the study was (1)How were the figures of Chinese Islamization during the New Order in Surabaya(2) How was the container and efforts made to Islamize the Chinese community duringthe New Order in Surabaya. (3) how the impact of Islamization of China in theNew Order era in Surabaya. The method used is the historical research method ofHeuristics, Criticism, Interpretation, and Historiography.} }