A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={ }, title ={Profil Berpikir Aljabar Siswa SMA dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Kognitif dan Gender}, year={2020}, url={https://digilib.unesa.ac.id/detail/ZmFlZmE1NzAtMzZiNS0xMWVhLTg1NTgtY2JlYTQ5OWIzZWQw}, abstract={Penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan berpikiraljabar siswa SMA dalammenyelesaikanmasalah programlinier ditinjau dari gaya kognitif dan gender berdasarkanlangkah pemecahan masalah Polya. Indikatorberpikir aljabar dalam penelitian ini melibatkan merepresentasikan ide matematik menggunakanekspresi aljabar dalam bentuk persamaan, pertidaksamaan, ataupun fungsi; memaknaikoefisien, variabel, dan konstanta dalam ekspresi aljabar; menggunakanrepresentasi simbolik yang ekuivalen untuk memanipulasi formula-formula,ekspresi-ekspresi persamaan, pertidaksamaan ataupun fungsi menggunakankesepakatan aljabar; memaknai solusi. Keempat indikator tersebut diadaptasidari Kriegler.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptifeksploratif. Subjek penelitian adalah siswa SMAN5 Mataram kelas XI. Subjek penelitian terdiri dari 4siswa yang memiliki kriteria laki-laki maskulin yang bergaya kognitif field independent (subjek 1), laki-laki maskulin yang bergayakognitif field dependent (subjek 2), perempuan feminin yang bergayakognitif field independent (subjek 3),danperempuan feminin yang bergaya kognitif fielddependent (subjek 4). Instrumen dalam penelitian ini adalah Tes GEFT, Angket BSRI, Soal Kemampuan Matematika, Soal Matematika (Program Linier), danPedoman Wawancara. Pengumpulan data denganwawancara berbasis tugas. Analisis data dengan prosedur mereduksi data,memaparkan data, menyimpulkan dan memverifikasi.Berdasarkan hasil dari penelitian diperoleh persamaan danperbedaan profil berpikir aljabar dalam menyelesaikan masalah program linear dari keempat subjek. Pada tahap memahami masalah, keempat subjek menemukansemua unsur-unsur yang penting berdasarkan permasalahan yang diketahui danhal-hal yang ditanya dengan membuat ekspresi aljabar sederhana dan persamaanberdasarkan konteks soal namun subjek 1yang paling lengkap membuat ekspresialjabar yaitu dengan membuat persamaan fungsi tujuan. Selanjutnya keempatsubjek memaknai pengertian dan kesesuaian antara koefisien sebagai bilanganyang memiliki variabel, variabel sebagai bilangan yang belum diketahuinilainya, dan konstanta dari ekspresi aljabar tersebut berdasarkan definisiyang sudah disepakati. Tahap membuat rencana penyelesaian, keempat subjekmengungkapkan rencana langkah-langkah menyelesaikan masalah dimulai dari sama-sama mempunyai ide membuat modelmatematika tapi bedanya subjek 1 akan membuat modelmatematika dalam bentuk pertidaksamaan, subjek 2 dan subjek 3 akan membuat pertidaksamaan dan persamaan sedangkan subjek 4 akan membuat persamaan. Model matematika yangakan dibuat berdasarkan ekspresi-ekspresi aljabar pada tabel berdasarkan permasalahan. Maka darikedua ide tersebut, keempat subjek akan menggambarkan daerah penyelesaiannya padagrafik koordinat sehingga mereka sudah bisa memprediksi akan diperoleh suatunilai yang bisa dicari untuk menjawab pertanyaan berikutnya sebagai solusi. Mereka juga akan menghitungkeuntungan maksimum menggunakan persamaan fungsi tujuan kecuali subjek 4 belum mempunyai formula. Selanjutnya tahap melaksanakan rencana penyelesaian, tahap ini merupakan tahapimplementasi dari apa yang sudah direncanakan oleh semua subjek. Mereka membuat model matematikaseperti yang disampaikan pada tahap sebelumnya. Subjek 1 membuat 5 pertidaksamaan yang sudah sesuai dengan konteks soal. Subjek 2 membuat 3pertidaksamaan yang tidak sesuai dengan konteks soal dan 1 persamaan fungsi tujuan. Subjek 3 membuat 5pertidaksamaan dan 1 persamaan fungsi tujuan, sedangkan subjek 4 membuat 3 persamaan. Subjek 1 dan subjek 3 memaknai variabel pada pertidaksamaan sesuai dengan aturan yang berlaku,sedangkan subjek 2 dan subjek 4 tidak memaknai pengertian variabel maupun koefisien sesuai dengan konteks soal. Subjek 1 dan subjek 3 mencari himpunan penyelesaian pada masing-masing pertidaksamaan kemudian menggambarkan pada grafik sesuai dengan aturan aljabar yang berlaku. Sedangkan subjek 2 dan subjek 4 mencari himpunan penyelesaian tidak sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga menggambarkannya dalam grafik akhirnya juga tidak sesuai dengan konteks soal. Keempat subjek sama-sama menghitung keuntungan maksimum hanya subjek 1 yang menjawab dengan benar sedangkan ketiga subjek lainnya tidak sesuai dengan konteks soal. Tahap terakhir adalah tahapmemeriksa kembali penyelesaian, keempat subjek menyatakan bahwa model matematika yang sudah dibuat sudahsesuai dengan ekspresi aljabar yang ada pada tabel. Keempat subjek memeriksa kembalisetiap langkah sampai menemukan titik maksimum dari mencari titik potong yangdilalui sumbu dan sumbu padamasing-masing model matematika. Keempat subjek mendapatkan keuntunganmaksimum dan merupakan solusi dari permasalahan dan menyatakan bahwa belumada cara lain dalam menyelesaikan masalah ini walaupun jawaban dari subjek 2, subjek 3, dan subjek 4 tidak sesuai dengan konteks soal. Dari hasil penelitian ini dapat menunjukkan bahwa profil berpikir aljabar subjek 1 (siswa laki-laki maskulin yang memiliki gaya kognitif field ind} }