@thesis{thesis, author={Bala Jois}, title ={Kesetaraan Gender Menurut R.A. Kartini dan Implikasinya dalam Pendidikan Agama Kristen di Lembang Tapparan Utara, Dusun Pangleon}, year={2020}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/1359/}, abstract={Jois Bala 1020164587. Pada tahun 2020 menyusun skripsi dengan judul: Analisis Teologis Kesetaraan Gender Menurut R.A Kartini dan Implikasinya dalam Pendidikan Agama Kristen di Lembang Tapparan, Dusun Pangleon. Penulisan skripsi ini, di bimbingan Mery Toban, M.Pd.K dan Yohanes Krismantyo Susanta, M.Th. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesetaraan gender menurut R.A. Kartini dan implikasinya dalam PAK di lembang Tapparan Utara, Dusun Pangleon. Kesetaraan merupakan kesamaan terhadap laki-laki dan perempuan dalam memperoleh kesempatan dan hak sebagai manusia untuk berpartisipasi dalam dunia pendidikan, sosial, politik, dan lain-lain. Dalam suatu masyarakat masih terjadi diskriminasi dalam dunia pendidikan yakni terdapat adat atau kebiasaan yang melarang perempuan dalam mengikuti pendidikan di sekolah. Ada pandangan yang melekat bahwa perempuan tidak harus menempuh pendidikan yang lebih tinggi karena pada akhirnya akan kembali ke dapur juga. Pandangan tersebut membuat kaum perempuan lebih banyak tinggal di rumah untuk bekerja daripada menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Anak laki-laki lebih diutamakan, karena dianggap layak menjadi pemimpin dan dapat bekeja di luar rumah mencari nafkah demi keluarganya. Anak laki-laki dan perempuan mempunyai peranan, dan kedudukan yang sejajar dalam menempuh pendidikan dan untuk mengembangkan potensi diri sendiri. Masalah kemudian muncul, bagaimana Kesetaraan Gender Menurut R.A Kartini dan Implikasinya dalam PAK? Jenis penelitian kualitatif yang digunakan adalah kulaitiatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, biografi, observasi dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Adapun narasumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah lima orang yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pendidik, dan tokoh agama. Akhirnya disimpulkan sebagian keluarga dan masyarakat sudah memperlakukan serta memberi kesempatan yang bebas dan setara terhadap laki-laki dan perempuan dalam mengenyam pendidikan. Dengan demikian setiap keluarga dalam masyarakat diharapkan unutk memperhatikan pendidikan terhadap anak-anak dan tidak ada perbedaan terhadap jenis kelamin lainnya. Kata kunci: Kesetaraan, gender, Pendidikan Agama Kristen} }