@thesis{thesis, author={Natali Evita Sari}, title ={Analisis Penolakan dan Penerimaan Jemaat Kepada Majelis yang Telah Bertobat di GEPSULTRA Jemaat Bukit Zion Pesouha}, year={2021}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/1461/}, abstract={Evita Sari Natali, 202175514,2021. Analisis Penerimaan dan Penolakan Jemaat Kepada Majelis yang Telah Bertobat Di GEPSULTRA Jemaat Bukit Zion Pesouha. Penulis membahas topik ini berangkat dari adanya keprihatinan penulis kepada penolakan yang diterima oleh Majelis Jemaat yang telah bertobat yang sering menerima penolakan pada saat mengambil bagian pelayanan sebagai akibatnya banyak anggota jemaat ketika pergi beribadah tidak lagi berfokus akan Firman Tuhan tetapi lebih berfokus kepada masa lalu majelis yang bertobat. Sehingga penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan penerimaan dan penolakan jemaat kepada majelis yang telah bertobat serta mendeskripsikan paham pertobatan dalam perspektif iman Kristen. Penulis ingin melihat bagaimana keadaan yang ada di lapangan secara khusus mengetahui apa yang menjadi penyebab anggota jemaat melakukan penolakan terhadap majelis tersebut dan apakah anggota jemaat memahami arti pertobatan sesungguhnya. Dimana Louis Berkhof menyatakan pertobatan adalah salah satu bagian dari proses penyelamatan dan secara spesifik pertobatan memiliki arti sebagai suatu perubahan dan bukan proses seperti penyucian. Untuk itu dalam mengkaji masalah ini maka penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus serta studi pustaka, observasi dan wawancara. Dimana dalam memperoleh dan penulis mengamati serta berbincang-bincang dengan beberapa narasumber untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penulisan ini. Dari hasil penelitian menyatakan bahwa dari kasus yang terjadi dimana salah satu majelis jemaat jatuh kedalam dosa zinah dan telah menyesali akan perbuatannya dan tidak akan mengulanginya kembali, kemudian dalam proses pertobatan yang dilakukan memang benar adanya penerimaan dan penolakan dari anggota jemaat sebagai respon dari pertobatan yang dilakukan. Sehingga dari penolakan anggota jemaat dapat dikatakan bahwa Anggota jemaat hanya mengetahui arti pertobatan tetapi tidak memahami pertobatan dalam perspektif iman Kristen.} }