@thesis{thesis, author={Rongre Yulianto}, title ={Tallu Lolona: Kajian Teologis tentang Makna Falsafah Kebudayaan Tallu Lolona dan Implikasinya bagi Kehidupan Orang Kristen di Lembang Tumbang Datu Kecamatan Sangalla’ Utara}, year={2020}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/1469/}, abstract={Judul ini diangkat karena budaya Toraja dalam hal ini falsafah Tallu Lolona sangat penting untuk dipahami oleh semua masyarakat Toraja. Penulis membahas topik ini dengan tujuan untuk menemukan bagaimana makna falsafah kebudayaan Tallu Lolona dan implikasinya bagi kehidupan orang kristen di Lembang Tumbang Datu, Kecamatan Sangalla? Utara?. Falsafah kebudayaan Tallu Lolona dalam masyarakat Toraja yang dikenal dengan istilah lolo tau, lolo patuoan,dan lolo tananan (manusia, hewan, dan tumbuhan) atau lebih dipahami dengan sebutan tiga pucuk kehidupan. Ketiga pucuk kehidupan ini tidak bisa dipisahkan karena saling melengkapi satu dengan yang lain. Namun realita dalam praktik kehidupan Kristen Lembang Tumbang Datu belum sepenuhnya di implikasikan dikarenakan kurangnya kesadaran dan pemaknaan akan hal tersebut. Untuk mencapai tujuan dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode kualitatif melalui study kepustakaan yakni mencari sumber-sumber yang berkaitan dengan topik yang di kaji, serta menggunakan study lapangan yakni dengan cara observasi dan wawancara secara langsung di lapangan. Metode ini digunakan karena temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya dalam mengumpulkan data. Dalam penelitian ditemukan bahwa falsafah kebudayaan Tallu Lolona belum sepenuhnya di implementasikan oleh orang kristen di Lembang Tumbang Datu. Hal tersebut terlihat dalam praktik kehidupan mereka yang hidup tidak terlalu memperhatikan ciptaan yang lain dan hanya di nikmati begitu saja. Pada akhir dari tulisan ini, penulis menyimpulkan bahwa falsafah kebudayaan Tallu Lolona adalah salah satu kebudayaan dalam masyarakat Toraja yang sampai saat ini masih di hidupi termasuk orang kristen karena dipandang sebagai dasar dalam menjalani kehidupan. Selain itu, falsafah kebudayaan ini menjadi pelengkap dalam kehidupan manusia Toraja sehingga sangat penting untuk dipelihara dan dilestarikan sebagaimana Allah memberi tanggungjawab kepada manusia untuk memelihara alam ini. Kata kunci: Makna falsafah, kebudayaan, Tallu Lolona, dan orang Kristen.} }