@thesis{thesis, author={Noldy Ferry Leonardo Noldy Ferry Leonardo}, title ={Pemuda dan Perjamuan Kudus: Pemahaman Pemuda yang telah Mengikuti Katekisasi Mengenai Perjamuan Kudus di Gereja Toraja Jemaat Bukit Zaitun Lamunan Klasis Makale Tengah}, year={2019}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/1476/}, abstract={Noldy Ferry Leonardo (2020154251) dengan judul Pemuda dan Perjamuan Kudus - Pemahaman Pemuda Yang Telah Mengikuti Katekisasi Mengenai Perjamuan Kudus di Gereja Toraja Jemaat Bukit Zaitun Lamunan Klasis Makale Tengah. Di bawah bimbingan Yohanes Krismanto Susanta, M.Th dan Frans Paillin Rumbi, M.Th. Penulis membahas topik ini karena melihat kondisi di berbagai Jemaat dalam lingkup Gereja Toraja yang seiring berkembangnya zaman, kurang memberikan perhatian yang baik terhadap suatu perayaan dari salah satu sakramen yang diakui oleh Gereja Toraja yaitu Perjamuan Kudus. Sehingga yang terjadi adalah masih ada anggota jemaat yang telah disidi khususnya dalam lingkup Pemuda yang belum mampu memahami makna dari Perjamuan Kudus dan juga belum mampu menyikapi Perjamuan Kudus ketika hendak dilakukan, akibatnya adalah Perjamuan Kudus dilakukan dengan cara yang tidak layak dan dilakukan hanya sebagai formalitas saja dari rutinitas perayaan Perjamuan Kudus dalam setahunnya - menurut kalender Gerejawi - yaitu dilakukan 4 (empat) kali dalam satu tahun. Kurangnya dalam meberikan perhatian yang baik terhadap Perjamuan Kudus yang dimaksud oleh penulis di sini adalah bukan hanya kurangnya perhatian dalam memberikan materi kepada peserta katekumen dalam kelas katekisasi melainkan juga kurangnya perhatian yang baik dari pengajar dalam kelas katekisasi terhadap peserta katekumen mengenai kemampuan daya tangkap mereka terhadap apa yang disampaikan atau diajarkan kepada mereka. Padahal berdasarkan Tata Gereja Toraja, mereka (anggota jemaat) yang telah sidi setelah mengikuti kelas katekisasi adalah mereka yang diperbolehkan ikut dalam Perjamuan Kudus karena dianggap telah mampu memahami dan juga mampu menyikapi Perjamuan Kudus. Namun tradisi tersebut hanya dilakukan sebatas formalitas saja. Sehingga melalui penulisan karya ilmiah ini, penulis mengharapkan para pembaca bahwa betapa pentingnya peran pengajar katekisasi dalam suatu jemaat untuk memberikan perhatian yang baik terhadap Perjamuan Kudus dan juga memperhatikan kelayakan pesertanya dalam kelulusannya dari kelas katekisasi sebelum mereka menerima pelayanan sidi dan diperbolehkan untuk ikut serta dalam meja Perjamuan Kudus.} }