@thesis{thesis, author={Rauf Ashti Ariani}, title ={To' Ma'rapu Tallang: Kajian Teologis-Kultural tentang Istilah To Ma’rapu Tallang dalam Masyarakat Toraja di Gereja Toraja Jemaat Komba, Klasis Kesu’ Tallulolo}, year={2019}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/1502/}, abstract={Judul ini diangkat bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman dari anggota jemaat akan makna dari filosofi to ma'rapu tallang tersebut yang di dalamnya terdapat persekutuan baik antar sesama rumpun keluarga maupun jemaat dan bagaimana menciptakan keharmonisan antar sesama rumpun keluarga sehingga dari dalamnya tercipta kasih persaudaraan yang tidak akan pernah lekang oleh waktu. Dalam merampungkan karya tulis ini, metode yang digunakan penulis adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melalui observasi dan wawancara dengan teknik analisis melalui reduksi dan interpretasi data. Jumlah informan yang menjadi narasumber adalah delapan orang warga jemaat Komba. Setiap informan penulis wawancarai dan dari hasil wawancara tersebut kemudian membantu penulis untuk menganalisis akan setiap jawaban informan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pemahaman warga jemaat Komba akan makna filosofi To Ma'rapu Tallang. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan diketahui bahwa anggota jemaat memahami bahwa To Ma'rapu Tallang ialah rumpun keluarga yang tercipta melalui ikatan rara buku (darah daging) yang tidak akan terpisahkan satu dengan yang lain. This title is intended to find out how the congregation?s understanding of the meaning of the philosophy to ma?rapu tallang is in which there is a good fellowship between family members and congregations and how to create harmony between family groups so that from there a brotherly love will never be created timeless. In completing this paper, the method used by the author is a qualitative research method. Data collection techniques are carried out through observation and interviews with analytical techniques through data reduction and interpretation. The number of informants who were the speakers was eight people from the Komba congregation. Each interviewee writer informant and from the results of the interview the helped the writer to analyze each informant?s answer. This research is intended to fmd out how the Komba congregation understands the meaning of the philosophy of To Ma?rapu Tallang. From the results of the research that the authors did, it was known that members of the congregation understood that To Ma?rapu Tallang was a family group created through the bond of rara buku (blood of flesh) which would not be separated from one another. ii} }