@thesis{thesis, author={Pasapangan Alfionita}, title ={Kajian Komparatif tentang Pendampingan Pastoral bagi Penderita Depresi di Gereja Toraja Jemaat Tonglo Cabang Kebaktian Karmel Tumonga dengan Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Bukit Hermon Tumonga}, year={2021}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/1517/}, abstract={Alfionita Pasapangan, jurusan Theologi Kristen, menyususn skripsi ini dengan judul ?Kajian Komparatif Tentang Pendampingan Pastoral Bagi Penderita Depresi di Gereja Toraja Jemaat Tonglo Cabang Kebaktian Karniel Tumonga dengan Gereja Patekosta di Indonesia (GPdl) Jemaat Bukit Hermon Tumonga.? di bawah bimbingan Pdt. Dr.Yonatan Sumarto, M.Th dan Srimart Ryeni, M.Si. Penulis membahas topik ini karena sangat penting dengan melihat keberadaan Gereja Toraja Jemaat Tonglo Cabang Kebaktian Karmel Tumonga, yang belum menyadari sepenuhnya akan tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan atau pendampingan kepada warga gereja khususnya bagi penderita depresi. Sehingga selama ini dibiarkan begitu saja tanpa ada pendampingan secara khusus yang diberikan oleh Gereja. Berbeda dengan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdl) Jemaat Bukit Hermon Tumonga, dimana gereja ini sudah melaksanakan tanggung jawabnya dalam hal pelayanan, khususnya melakukan pendampingan kepada warga gereja bagi penderita depresi. Tujuan penelitian yang hendak dicapai dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui serta menganalisis pemahaman majelis gereja tentang pendampingan pastoral bagi penderita depresi di Gereja Toraja Jemaat Tonglo Cabang Kebaktian Karmel Tumonga dengan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdl) Jemaat Bukit Hermon Tumonga. Metode penelitian yang digunakan dalam merampung karya tulis ini adalah metode penelitian kualitatif yang perolehan datanya dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat dikatakan bahwa Gereja Toraja Jemaat Tonglo Cabang Kebaktian Karmel Tumonga masih kurang maksimal di dalam melaksanakan tanggung jawabnya dalam hal memberikan pendampingan kepada warga gereja yang menderita depresi. Hal itu disebabkan karena pemahaman tentang bagaimana memberikan pendampingan pastoral kepada warga gereja sangat minim meskipun telah memahami bahwa melakukan pendampingan pastoral kepada warga gereja khususnya bagi warga gereja yang menderita depresi itu sangat penting. Hal lain juga disebabkan karena kurangnya sumber daya manusia, sedangkan di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdl) Jemaat Bukit Hermong Tumonga telah melaksanakan pendampingan secara khusus kepada warga gereja bagi penderita depresi.} }