@thesis{thesis, author={Mariu Silprilimian}, title ={Kajian Hermenutik Sarx dan Pneuma dalam Galatia 5:16-26 dan Relevansinya bagi Jemaat Buntu Panga’ Klasis Basse Sangtempe}, year={2021}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/1523/}, abstract={Silprilimian Mariu, Jurusan Teologi Kristen, Judul Skripsi: Kajian Hermenutik Sarx dan Pneuma Dalam Galatia 5:16-26 Dan Relevansinya Bagi Gereja Toraja Jemaat Buntu Panga? Klasis Basse Sangtempe. Pembimbing Adalah Darius, M.Th dan Trisnawadi Darius, M.Th. Tulisan ini dilatarbelakangi oleh Keinginan d aging dan keinginan Roh yang masih perlu untuk dijelaskan lebih baik. Keinginan daging dalam diri manusia akan mendapat perlawan dari keinginan Roh, ketika seseorang menjadi percaya dan hidupnya dipenuhi oleh Roh Kudus. Masalah-masalah Klise yang selalu terjadi berulang-ulang seringkali justru memunculkan keinginan daging. Mengapa hal demikian terjadi? Bagaimana peran Roh Kudus dalam menuntun erang percaya agar mampu mengalahkan keinginan daging dalam dirinya? Ada banyak orang percaya yang memahami mengenai keinginan daging sebagai perbuatan yang membuat manusia semakin jatuh kedalam dosa, dan keingian Roh dadalah imana dalam praktek kehidupannya manusia melakukan perintah Allah dengan hidup melakukan perbuatan yang benar dihadapan Allah. Hal inilah yang membuat penulis melakukan penelitian secara Alkitabiah tentang keinginan daging dan keinginan Roh dan relevansinya bagi Jemaat Buntu Panga?, Klasis Basstem. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah unuk pemahaman warga Jemaat Buntu Panga? megenai kenginan daging dan keinginan Roh menurut Galatia 5:16-26 dan relevansinya dalam kehidupan jemaat. Penulis memulai dengan latar belakang, serta analisis teks dan selanjutnya memaparkan bagaimana pemahaman jemaat mengenai konsep hidup dalam daging dan konsep iidup dalam Roh dalam Galatia 5:16-26 dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi lapangan yaitu dengan melakukan pengamatan dan wawancara. Pada akhirnya, kajian ini mengantarkan pada pemahaman jemaat bahwa kedagingan membawa manusia semakin jatuh kedalam dosa dan Roh menuntun manusia untuk meninggalkan sifat kedagingan, sehingga dalam kehidupannya mempraktekkan buah-buah Roh.} }