@thesis{thesis, author={Alferdi Alferdi}, title ={Relevansi Kisah Penciptaan Manusia terhadap Isu Kesetaraan Gender di Seko: Studi Hermeneutik Kejadian 2:18}, year={2022}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/185/}, abstract={Alferdi (2020185751) dengan judul skripsi "Relevansi Kisah Penciptaan Terhadap Isu Kesetaraan Gender di Seko: Studi Hermeneutik Kejadian 2:18" di bawah bimbingan Darius, M.Th, selaku pembimbing I dan Trisnawadi Darius, M.Th, selaku pembimbing II. Ketidaksetaraan gender adalah persoalan yang terus diperdebatkan. Ditambah lagi bahwa isu ini hampir mempengaruhi seluruh tatanan kehidupan, baik dari segi status maupun peran antara laki-laki dan perempuan. Kebanyakan yang dijumpai saat ini, dominasi laki-laki terus dipertahankan sehingga perempuan terkadang tidak memiliki tempat. Namun berbeda dengan yang terjadi di Seko. Justru kesetaraan laki-laki tetap dipertahankan hingga saat ini. Tidak ada pihak yang akan lebih dominan, tetapi sebaliknya bahwa mereka memiliki kebebasan masing-masing untuk menentukan hak, status dan perannya, baik dalam masyarakat maupun dalam gereja. Dari hal tersebut, maka tujuan dari penulisan skripsi ini ialah untuk melihat relevansi kisah penciptaan manusia terhadap isu kesetaraan gender yang ada di Seko. Penulis akan melakukan studi hermeneutik terhadap teks Kejadian 2:18. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan menggunakan salah satu pendekatan dalam hermeneutik yaitu gramatikal-historikal. Pendekatan ini tidak hanya fokus pada analisa kata maupun jenis sastra yang digunakan, tetapi juga akan bersinggungan dengan sarana historis. Dengan menggunakan pendekatan tersebut, maka penelitian ini menunjukkan bahwa Kejadian 2:18 merupakan deklarasi Allah tentang kesetaraan. Kesetaraan itu terlihat dari mandat yang diberikan Allah tidak hanya kepada laki-laki, tetapi juga kepada perempuan. Ayat ini juga memperlihatkan bahwa perempuan diciptakan sebagai mitra penolong yang sepadan yang tidak menekankan adanya perbedaan derajat. Kata Kunci: Kesetaraan Gender; Penolong; Sepadan; Penciptaan; Kitab Kejadian} }