@thesis{thesis, author={Kasimpo Bertha Rita}, title ={Metode Mengajar dan Injil Matius: suatu Tinjaun Teologi tentang Pengaruh Metode Pengajaran Orangtua dalam Pendidikan Agama Kristen berdasar Injil Matius terhadap Perkembangan Tingkah Laku anak di Gereja KIBAID Jemaat Lambara}, year={2010}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/2088/}, abstract={Bertha Rita Kasimpo, 2010, ?METODE MENGAJAR DALAM INJIL MATIUS? Suatu Tinjauan Teologi tentang Pengaruh Metode Pengajaran Orangtua dalam Pendidikan Agama Kristen berdasar Injil Matius terhadap Perkembangan Tingkah Laku anak di Gereja KIBAID Jemaat Lambara. Orang tua merupakan guru pertama dan utama dalam mendidik anak yang tidak dibatasi tempat dan waktu. Hal tersebut sebagaimana Musa diajarkan dalam Peijanjian Lama (PL): ?Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang - ulang kepada anak ? anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmy, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pintu gerbangmu. (UI. 6: 6-9). Ayat ini menyatakan bahwa mengajar anak membutuhkan keseriusan dan ketekunan. Karena mengajar anak adalah tugas yang perlu menjadi prioritas utama bagi orang tua yakni memberi dan meluangkan waktunya untuk mengajar anak - anaknya baik pada waktu malam maupun siang. Dalam mengajar Yesus Kristus mampu menarik perhatian dan tidak membosankan karena menggunakan beberapa metode pengajaran. Antara lain metode ceramah (Mat 5-7), Melalui metode ceramahn Yesus Kristus mengharapkan dua tanggapan dari para pendengar-Nya yaitu pengertian mendalam dan perilaku baru. Dalam pengajaran kepada anak orang tua harus meneladani metode Yesus Kristus dalam mengajar yaitu metode tanya jawab, metode diskusi, dan metode cerita agar materi Pendidikan Agama Kristen yang diajarkan kepada anak dapat mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari. Hari. Penelitian yang dilakukan di Gereja KIBAID Jemaat Lambara menunjukkan bahwa metode pengajaran Yesus yang dianut oleh orang tua memiliki pengaruh yang sangat positif terhadap perkembangan tingkah laku anak usia 6-12 tahun. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin baik metode pengajaran yang dilakukan orang tua dalam Pendidikan Agama Kristen bagi anak maka semakin baik pula perkembangan tingkah laku anak. Namun orang tua anggota Gereja KIBAID Jemaat Lambara dalam melaksanakan metode pengajaran sebagaimana Yesus lakukan dalam Injil Matius belum dapat sepenuhnya diterapkan karena beberapa faktor antara lain kurangnya kesempatan sebab orang tua terlalu sibuk dengan pekeijaan rutin. Alasan lainnya orang tua belum memiliki kemampuan yang memadai dalam mengelola metode pengajaran bagi anak.} }