@thesis{thesis, author={Junita Junita}, title ={Analisis Penerapan Metode Pembelajaran Role Playing terhadap Prestasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran PAK di Kelas V SDN 94 Madandan}, year={2023}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/229/}, abstract={?Analisis Penerapan Metode Role Playing terhadap Prestasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran PAK di Kelas V SDN 94 Madandan?. Penelitian ini pada dasarnya dilatar belakangi oleh kurangnya prestasi belajar siswa dalam proses pembelajaran khususnya pada pembelajaran PAK, dimana dalam proses pembelajaran siswa kurang aktif atau cenderung pasif sehingga menyebabkan hasil belajar kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan penerapan metode pembelajaran role playing dapat meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran PAK sehingga dapat menciptakan suasana yang menyenangkan bagi siswa dalam proses pembelajaran serta menghasilkan prestasi belajar. Metode Pembelajaran Role Paying ini mengupayakan siswa untuk turut aktif, berani, percaya diri serta bertanggung jawab dalam proses belajar serta dapat berinteraksi dengan guru dan teman-teman di dalam kelas maupun kelompok. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di SDN 94 Madandan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi yang di dalamnya berisi tentang indikator keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, dokumentasi serta pemberian lembar evaluasi/tes. Informan penelitian ini adalah guru PAK dan siswa. Kesimpulan dari pembelajaran dengan metode Role Playing bisa meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SDN 94 Madandan. Rata-rata hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dari dua siklus telah mengalami peningkatakan. Maka dengan hasil ini target yang ingin dicapai dari siswa yang memperoleh nilai ?75 sebanyak 80-100% dapat dicapai, dengan tingkat ketuntasan dari 25% menjadi 83% hal ini mengalami peningkatan 58%. Dengan penggunaan metode ini dapat membantu guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa dengan ketuntasan belajar 83% siswa yang memperoleh nilai ?75. Metode ini dapat dijadikan alternatif lain untuk mengatasi masalah-masalah yang terjadi dalam proses belajar mengajar.} }