@thesis{thesis, author={Adiatman Adiatman}, title ={Analisis Makna Ritus Porendeang dalam Perspektif Teologi Kontekstual dan Implikasinya bagi Masyarakat Poyahaang di Desa Tanamakaleang}, year={2024}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/2293/}, abstract={ABSTRAK ADIATMAN (2020197033), Fakultas Teologi dan Sosiologi Kristen, Jurusan Teologi, Judul Skripsi: Analisi Makna Ritus Porendeang Dalam Prespektif Teologi Kontekstual Dan Implikasinya Bagi Masyarakay Poyahaang desa Tanamakelang. Pembimbing I Jems Alam, M.Si dan Pembimbing II Ones Kristiani Rapa?, M.Si. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan makna ritus Porendeang. Tulisan ini dilatarbelakangi dengan melihat makna ritus porendeang yang dihidupi oleh masyarakat dusun poyahaang, Dalam penelitian ini, menggunakan teori Steven B. Bevans dengan model terjemahan, dan juga mengunakan metode kualitatif yaitu dengan mengamati dan melakukan wawancara dengan tujuan mendapat informasi tentang makna ritus porendeang yang dihidupi oleh Masyarakat dusun poyahaang. Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan bahwa ritus porendeang yang dihidupi Masyarakat adalah tradisi yang dari nenek moyang orang seko sudah lakukan dan wajib hukumnya untuk dilakukan setiap tahunnya, yang didalamnya mengepresikan nilai kebersamaan antara kelompok dan individu yang memperkuat identitas. Kata kunci : Makna Ritus Porendeang, prespektif teologi kontekstual. ABSTRACT ADIATMAN (2020197033), Faculty of Theology and Christian Sociology, Department of Theology. Thesis Title: Analysis of the Meaning of the Porendeang Ritual from the Perspective of Contextual Theology and Its Implications for the Poyahaang Community in Tanamakelang Village. Supervisor I: Jems Alam, M.Si, and Supervisor II: Ones Kristiani Rapa?, M.Si. This research aims to describe the meaning of the Porendeang ritual. The study is motivated by an examination of the Porendeang ritual as practiced by the Poyahaang community. The research uses Steven B. Bevans' translation model theory and employs qualitative methods, including observation and interviews, to obtain information about the meaning of the Porendeang ritual as experienced by the Poyahaang community. The findings indicate that the Porendeang ritual observed by the community is a tradition inherited from the ancestors of the Seko people, mandated to be performed annually, and it expresses values of communal unity and individual identity reinforcement. Keywords : Meaning of the porendeang ritual, contextual theology perspective} }