@thesis{thesis, author={Janto Janto}, title ={Analisis Makna Teologis Pappori Dapo’ bagi Kehidupan Rumah Tangga Kristen di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Sapankale}, year={2023}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/2405/}, abstract={ABSTRAK Pernikahan dalam kekristenan dipandang sakral, yang mana pernikahan terjadi sekali seumur hidup dan tidak terceraikan. Kesakralan pernikahan yang demikian jugalah yang ditekankan oleh budaya papproi dapo?. Akan tetapi, sekarang ini budaya pappori dapo? banyak menuai pro dan kontra, yang mengakibatkan budaya pappori dapp? mulai terabaikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitiatif dengan pendekatan model antropologis Stephen B. Bevans. Melalui penelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan makna teologis pappori dapi? bagi kehidupan rumah tangga Kristen. Adapun hasil dari penelitian ini ialah budaya pappori dapo? tidak bertentangan dengan Injil atau sebagaimana model antropologis budaya pappori dapo? menjadi wadah Allah untuk menyatakan pewahyuan-Nya. Pada dasarnya budaya pappori dapo? mengandung atau menegaskan prinsip pernikahan Kristen, yakni monogami dan tidak terceraikan. Kata Kunci: Pappori Dapo?, Pernikahan, Model Antropologis ABSTRACT Marriage in Christianity is considered sacred, where marriage occurs once in a lifetime and cannot be divorced. It is also the sacredness of marriage that is emphasized by the papproi dapo' culture. However, nowadays the pappori dapo' culture reaps many pros and cons, which has resulted in the pappori dapp' culture being neglected. This study used a qualitative method with the anthropological model approach of Stephen B. Bevans. Through this research, it seeks to describe the theological meaning of pappori dapi' for Christian household life. The results of this study are that pappori dapo' culture does not conflict with the Bible or as the anthropological model of pappori dapo' culture becomes a vessel for God to declare His revelation. Basically the pappori dapo' culture contains or emphasizes the principle of Christian marriage, namely monogamy and non-divorce. Keywords: Pappori Dapo', Marriage, Anthropological Model} }