@thesis{thesis, author={Yani Yani}, title ={Bidston: Analisis Pemahaman Warga Gereja tentang Bidston di Gereja Toraja Jemaat Imanuel Lantang Tedong, Klasis Seko Lemo}, year={2021}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/2602/}, abstract={Yani (2020175050), tahun 2021 menyusun skripsi dengan judul ?Analisis Pemahaman Warga Gereja Tentang Bidston di Gereja Toraja Jemaat Imanuel Lantang Tedong, Klasis Seko Lemo?, dibawa bimbingan Bapak Rinaldus Tanduklangi, M. Pd (dosen pembimbing I) dan Bapak Fajar Kelana, M. Th (dosen pembimbing II). Kehidupan manusia adalah suatu kehidupan yang tidak lepas dari sang penciptanya, sehingga salah satu cara yang dilakukan untuk mendekati sang pencipta tersebut ialah melalui doa. Namun seiring berjalannya waktu, makin banyak juga hal yang dipertanyakan sekaitan dengan berdoa. Demikian pula yang dilakukan oleh Warga Gereja Toraja Jemaat Imanuel Lantang Tedong, namun mereka mengenal doa dengan sebuah istilah yakni Bidston yaitu doa yang dilakukan secara berkelompok atau bersama-sama. Bidston merupakan sebuah kegiatan yang tidak dapat dibatasi atau ditentukan oleh situasi apapun melainkan sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, kegiatan tersebut harus dilakukan setiap waktu sebab doa tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja tetapi mutlak untuk dilakukan setiap waktu sebab doa adalah nafas hidup orang percaya. Bidston telah lama dilakukan oleh warga gereja di jemaat imanuel lantang tedong, namun kegiatan tersebut ditentukan oleh situasi atau kondisi yang dialami. Dari skripsi ini rumusan masalah yang diangkat yaitu Bagaimana Pemahaman Warga Gereja Tentang Bidston Di Gereja Toraja Jemaat Imanuel Lantang Tedong, Klasis Seko Lemo. Tujuan Penelitian ialah Untuk Mengetahui Pemahaman Warga Gereja Tentang Bidston Di Gereja Toraja Jemaat Imanuel Lantang Tedong Klasis Seko Lemo. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan menggunakan bentuk penelitian kualitatif yang data datanya diperoleh melalui studi pustaka dengan sumber-sumber buku, internet, dan penelitian lapangan melalui observasi, dan wawancara. Hasil penelitian: warga gereja memahami Bidston sebagai sebuah refleksi untuk menyadari keberadaannya dihadapan Tuhan, menyesali, menyerahkan, meminta ampun atas setiap dosa yang dilakukan sepanjang kehidupannya terhadap Tuhan dan kembali hidup sesuai dengan kehendak Tuhan bahkan dipahami bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa Tuhan dan sesama dalam menghadapi pergumulan yang ada itulah sebabya hal demikian dinyatakan melalui doa bersama dengan beberapa orang atau kelompok doa bidston tersebut.} }