@thesis{thesis, author={Sriyanti Sriyanti}, title ={Kajian tentang Pembaharuan Liturgi Model 3 dan 4 dalam Perspektif Johannes Calvin dan Implikasinya bagi Jemaat Pangngajoam Klasis Bambang Tengah}, year={2020}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/2680/}, abstract={ABSTRAK Sriyanti (2020), menyusun skripsi dengan judul ?Kajian Tentang Pembaharuan liturgi Model 3 dan 4 dalam Perspektif Johannes Calvin dan Implikasinya bagi Jemaat Pangngajoam Klasis Bambang Tengah? yang diajukan kepada Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja. Dibawah bimbingan Dr. Joni Tapingku, M.Th. dan Christian Elyesar Randalele, M.Pd. Penulis membahas topik ini karena adanya penolakan terhadap pembaharuan liturgi model 3 dan 4 di Jemaat Pangngajoam. Pemahaman warga jemaat Pangngajoam terhadap liturgi model 3 dan 4 adalah liturgi aliran karismatik dan bukan liturgi dalam perspektif Johannes Calvin. Penulis merasa sangat penting untuk melihat dan mengkaji bagaimana pemahaman warga jemaat tentang liturgi dalam perspektif Johannes Calvin. Adapun rumusan masalah karya ilmiah ini adalah bagaimana pemahaman warga jemaat terhadap liturgi dalam perspektif Johannes Calvin dan bagaimana implikasi dari pembaharuan liturgi model 3 dan 4 di jemaat Pangngajoam. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian lapangan deskriptif yaitu penyajian data yang sesuai dengan fakta atau kenyataan yang ada di lapangan dengan suatu analisis individual metode kualitatif atau dengan cara wawancara dan observasi. Hasil wawancara dan observasi mengenai dampak pembaharuan liturgi Gereja Toraja Mamasa di Jemaat Pangngajoam, Klasis Bambang Tengah sangat berdampak fatal dan belum direspon baik oleh Jemaat Pangngajoam. Adapun hasil penelitian ini adalah warga jemaat tidak memahami liturgi dalam perspektif Johannes Calvin dan tidak memahami liturgi dalam perspektif Gereja Toraja Mamasa sehingga menolak pembaharuan liturgi model 3 dan 4 padahal pembaharuan tersebut sangat baik karena membantu jemaat untuk lebih menghayati ibadah dengan tata ibadah yang bernuansa kontemporer. Kata Kunci : Liturgi, Pembaharuan, Johannes Calvin.} }