@thesis{thesis, author={Tampanguma Michelle Angelina}, title ={Gereja dan Anak Jalanan: suatu Tinjauan Teologis Sosiologis tentang Kebutuhan Anak-anak Jalanan terhadap Pelayanan GPIB Jemaat Eirene di Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara}, year={2017}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/2735/}, abstract={ABSTRAK Di tengah kehidupan masyarakat perkotaan khususnya di Tanjung Priok Jakarta Utara seringkali dijumpai sekelompok anak jalanan, mereka ini merupakan sejumlah anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dari keluarga atau berasal dari keluarga yang kurang mampu dari segi ekonomi. Demi menyambung hidup mereka harus rela mengamen, hal tersebut mereka harus lakukan dengan harapan dapat menarik simpati dan menerima uang dari orang- orang yang lalu lalang di sekitar mereka. Tentulah keberadaan anak jalanan juga harus mendapatkan perhatian dari masayarakat khususnya gereja, sebab Yesus telah memberikan keteladan dalam memberikan diri bagi kaum yang tersingkirkan. Maka dari itu, penulis tertarik mengkaji lebih dalam mengenai kebutuhan anak jalanan terhaadap pelayanan GP1B Jemaat Eirene di Kecamatan Tanjung Prokk Jakarta Utara. Namun sangat disayangkan berdasarkan hasil penelitian penulis keberadaan anak jalanan di Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara kurang mendapat perhatian hal ini terlihat masyarakat acu tak acu dengan keberadaan mereka dan bukan hanya itu saja Gereja GPIB yang letaknya di daerahTanjung Priok juga kurang memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan mereka hal tersebut tergambar gereja tidak memprogramkan pelayanan terhadap anak jalanan Hasil penelitian yang diperoleh dari lapangan menunjukkan bahwa anak jalanan tidak mendapat perhatian atau pelayanan dari GPIB Jemaat Eirene sehingga gereja tidak memprogramkan pelayanan terhadap anak jalanan padahal anak jalanan juga adalah ciptaan Tuhan. Melihat kondisi yang dialami oleh anak jalanan di Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara yang kurang mendapatkan perhatian maka penulis berharap di waktu mendatang keberadaan anak jalanan harus menjadi perhatian masyarakat, pemerintah khusunya gereja dalam menjalankan tugas dan panggilannya selaku pengikut Kristus yang juga harus mampu memberi diri bagi kaum marginal atau orang-orang yang tersisihkan.} }