@thesis{thesis, author={Suharman Suharman}, title ={Agama dan Politik: Studi Kristis tentang Relasi Agama dan Politik Berdasarkan Konsep Nahdhatul Ulama}, year={2017}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/2747/}, abstract={ABSTRAK Suharman, 20133585 menyusun skripsi dengan judul: ?Agama dan Politik? dan sub judul: ?Study Kritis Tentang Relasi Agama dan Politik Berdasarkan Konsep Nahdhatul Ulama?. Alasan penulis memilih judul ini karena realitas akan kemajemukan bangsa Indonesia. Oleh karena itu penulis sangat menyadari akan tanggung jawab untuk dapat memberikan sumbangsi pemikiran terhadap kemajuan bangsa ini khususnya tanggung jawab dari setiap pemeluk agama yang hidup didalam negara yang tercinta ini. Dengan demikian maka, menjadi suatu kewajiban bagi setiap anak bangsa untuk saling memahami satu dengan yang lain agar tidak terjadi prasangka yang berlebihan terhadap kelompok yang lain. Dari realitasi ini maka penulis kemudian memilih judul tersebut untuk dapat memahamai kelompok lain khususnya dari kelompok keagamaan yang berbeda keyakinan dengan agama yang dianut oleh penulis dan kelompok keagamaan itu adalah Nahdhatul Ulama. Dalam uraian Rumusan masalah yang dikaji adalah bagaimana konsep Nahdlatul Ulama tentang relasi Agama dan Politik? Berdasarkan rumusan masalah dari tulisan ini. maka tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui relasi agama dan politik berdasarkan konsep Nahdhatul Ulama. Penulis membahas topik ini dengan memakai metode penelitian kualitatif. Sesuai dengan hasil penelitian yang didapatkan melalui wawancara dengan Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama Cabang Kota Makassar dan juga uraian teori maka, penulis mendapatkan pemahaman tentang relasi agama dan politik. Pemahaman yang penulis maksudkan yaitu ?setiap warga negara Indonesia bebas mengartikulasikan pehaman keagamaan mereka secara demokratis?. Namun, secara institusional NU perpegang pada paham Aswaja dengan prinsip substansialis Islam. Dalam tulisan ini, akhirnya penulis mengharapkan bagi setiap anak bangsa khususnya bagi umat kristen untuk mampu membangun hubungan dialogis-humanis, sehingga cita-cita bangsa Indonesia untuk mewujudkan keadalian dan kesejahteraan dapat terlaksana.} }