@thesis{thesis, author={Jesra Olpi}, title ={Single Parents: Peran Gereja dalam Membina Orang Tua Tunggal di Gereja Kristen Sulawesi Barat Jemaat Gamaliel Bulo Klasis Loe}, year={2017}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/2895/}, abstract={ABSTRAK OLPI JESRA, 20133587, Peran Gereja Dalam Membina Orang Tua Tunggal di Gereja Kristen Sulawesi Barat Jemaat Gamaliel Bulo Klasis Loe, 2017. Dibawah bimbingan, Tri Oktavia Hartati Silaban, M.Th, dan Novita Toding, M.Pd. Orang tua tunggal adalah suatu keadaan dimana seseorang menduduki dua jabatan sekaligus yakni menjadi ibu yang merupakan figur yang mendasar dan juga menjadi ayah. Dalam hal ini orang tua tunggal memainkan dua sikap yakni sebagai ibu yang lemah lembut dan juga sebagai ayah yang memegang kendali aturan dan penegak keadilan dalam kehidupan rumah tangga serta manjaga perilaku dan kedisiplinan anak. Tentunya dalam keadaan ini seorang single parents (ibu) mengalami banyak tekanan dan pergumulan dalam hidupnya. Untuk itu, Gereja mestinya perlu menyadari perannya untuk membawa syalom bagi setiap wargranya dan memahami keadaan warganya dari waktu ke waktu, baik secara kehidupan jasmani maupun rohani. Pengelompokan dan Pemetaan pergumulan tiap anggota jemaat sangat penting bagi gereja, untuk mengetahui pergumulan sesungguhnya yang dialami oleh setiap anggota jemaatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan cara mengamati (observasi) dan melakukan wawancara (interview). Setelah mengumpulkan data dilakukan analisis kualitatif yang bertujuan mendapatkan dan mengkaji secara mendalam tentang bagaimana peran gereja terhadap pembinaan orang tua tunggal di Gereja Kristen Sulawesi Barat Jemaat Gamaliel Bulo Klasis Loe Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa: (1) Gereja telah menyadari tugas dan tanggung jawanya, namun tugas tugas dan tanggung jawa itu dipahami secara sempit dan sepihak sehingga tugas dan tanggung jawa tersebut elum dilaksanakan secara optimal. (2) Gereja kurang memberi perhatian terhadap entuk-entuk pelayanan yang ia harus lakukan. Gereja hanya berfokus kepada pelayanan umum dan kategorial saja.} }