@thesis{thesis, author={Manda Yustin Martin}, title ={Allah Berperang: Kajian Eksegese tentang Makna Allah Berperang dalam Kitab Yosua 10:42 dan Implikasinya bagi Umat Kristen}, year={2020}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/2948/}, abstract={ABSTRAK Yustin Martin Manda (2020164462), Jurusan Teologi Kristen, Judul Skripsi: Kajian Eksegese tentang Makna Allah Berperang dalam Kitab Yosua 10:42 dan Implikasinya bagi Umat Kristen. Pembimbing Bapak Yohanes K. Susanta, M.Th dan Dr. Abraham S. Tanggulungan, M.Si. Tulisan ini dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan sumber tertulis lainnya dalam rangka memahami dengan baik dan benar tentang Allah yang turut berperang bersama umat pilihan-Nya dalam Yosua 10:42. Melalui peperangan Allah kemudian menyelamatkan umat-Nya, bangsa Israel dari kejatuhan dan kekalahan melawan bangsa-bangsa Kanaan. Perang merupakan suatu perbuatan yang sangat kejam sebagaimana yang dipahami oleh manusia yang tidak sesuai dengan kepribadian Allah yang penuh kasih dan Maha Pengampunan, seperti halnya dalam Yosua 10:42 di mana Allah justru terlibat dalam peperangan. Allah yang sebelumnya dipahami sebagai suatu pribadi yang Maha Baik, pengasih, penyayang, dan Maha Mengampuni, dalam sekejap dapat berubah menjadi Allah yang kejam dan tak mengenal kasih. Allah tidak pernah menginginkan manusia untuk melakukan kejahatan terhadap sesamanya. Allah justru- memerintahkan untuk saling mengasihi satu sama lain (Mat. 22:39). Peristiwa perang yang terjadi itu bukan karena kehendak Allah melainkan karena perbuatan manusialah sehingga Allah memerintahkan umat-Nya untuk berperang. Allah tidak ingin satu-satunya umat yang percaya kepada-Nya dimusnahkan oleh bangsa-bangsa kafir, oleh karena itu Ia harus memerintahkan umat-Nya untuk melalukan peperangan dan bahkan dalam Yosua 10:42 di katakan bahwa Allah turut berperang bersama umat-Nya. Kata kunci: Allah, Perang, Bangsa Israel, Yosua 10:42, Menaklukkan, Kemenangan} }