@thesis{thesis, author={Efrata Risna Sister}, title ={Kunci Hidup Berkelimpahan Hermeneutik Berdasarkan Maleakhi 3:10 tentang Persembahan Persepuluhan dan Implikasinya bagi Gereja Masa Kini}, year={2014}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/3026/}, abstract={Risna Sister Efrata, defigan skripsi yang beijudul Kunci Hidup Berkelimpahan Hermeneutik Maleakhi 3:10 tentang Persembahan Persepuluhan dan Implikasinya bagi Gereja Masa Kini. Dalam mengakaji dan meneliti topik ini, penulis menggunakan metode kualitatif berdasarkan kaidah-kaidah hermeneutik, kemudian dituangkan ke dalam empat bab. Pokok yang harus dituntaskan adalah realita masalah pemberlakuan persembahan persepuluhan yang terkadang disalahpahami, berangkat dari konteks Maleakhi dan disinkronkan dengan konteks gereja masa kini. Upaya pengkajian dan penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna terdalam di balik teks salah satu kitab dalam Peijanjian Lama, Maleakhi 3:10, memuat masalah persembahan persepuluhan yang disampaikan oleh nabi Maleakhi kepada bangsa Israel. Persembahan persepuluhan adalah salah satu penekanan penting yang disampaikan oleh nabi Maleakhi sebagai bentuk teguran yang menuntut ketaatan bangsa Israel dalam konteks Maleakhi. Hasil akhir dari upaya pengkajian ini adalah dengan memperoleh sebuah makna dari pernyataan nabi Maleakhi bahwa dengan memberi persembahan persepuluhan maka hal tersebut dapat menjadi motivasi untuk bersyukur atas segala berkat Tuhan. Persembahan persepuluhan bukan cara menyuap Tuhan, melainkan sebagai salah satu cara Tuhan mendisiplinkan umat-Nya, Dari hasil penelitian ini dapat memberi pemahaman yang benar dalam mengimplementasikan persembahan persepuluhan sebagai bentuk keterlibatan dalam penatalayanan gereja, dengan satu tujuan agar kesejahteraan pelayan gereja bersama jemaatnya dapat terpenuhi. Jemaat semakin memaknai Persembahan persepuluhan sebagai pernyataan iman dan investasi kasih kepada Tuhan dan sesama manusia. Persepuluhan adalah kunci hidup berkelimpahan.} }