@thesis{thesis, author={Padang Nober Dua}, title ={Analisis Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Berbasis Kecerdasan Moral di SMKS Pembangunan Makale}, year={2018}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/3518/}, abstract={Nober Dua Padang (1020143991) mengangkat sebuah judul skripsi yaitu ?Analisis Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) Berbasis Kecerdasan Moral di SMKS Pembangunan Makale? yang dibimbing oleh Dr. A.S Tanggulungan, S.Th.,M.Si dan Sanda Mongan, S.Th.,M.Pd.K. Pemilihan judul ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan penulis di lapangan. Banyak dari peserta didik di SMKS Pembangunan Makale yang masih bertindak amoral. Sekalipun peserta didik bersangkutan telah memeroleh PAK yang berbasis kecerdasan moral, perilakunya yang buruk masih tetap sama. Hal tersebutlah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian terkait dengan implementasi pembelajaran PAK berbasis kecerdasan moral di sekolah tersebut. PAK seharusnya dapat membaharui sikap dan perilaku setiap orang yang percaya. PAK dapat membantu seseorang agar memiliki kecerdasan moral dalam dirinya. Tujuh kebajikan-kebajikan utama yang nampak pada seseorang menandakan bahwa orang tersebut memiliki kecerdasan moral dalam dirinya. Kebajikan-kebajikan itu dapat ditanamkan melalui pembelajaran PAK, baik di gereja maupun di sekolah. Namun, keberhasilan pembelajaran tersebut sangat ditentukan oleh orang yang membelajarkan atau orang yang mendidik Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini yaitu jenis kualitatif, dan teknik pengumpulan data yang digunakan ialah dengan melakukan wawancara dan observasi. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini yakni guru PAK dan peserta didik SMKS Pembangunan Makale. Berdasarkan hasil penelitian penulis, yang menyebabkan kecilnya dampak pembelajaran PAK berbasis kecerdasan moral terhadap peserta didik antaralain: guru tersebut belum mengenal peserta didik secara komprehensif, pengelolaan pembelajaran yang belum maksimal, dan keteladanan guru yang belum terlalu nampak bagi peserta didik. Cara guru mengimplementasikan pembelajaran PAK berbasis kecerdasan moral juga masih belum terlalu efektif, karena faktor penggunaan strategi yang berulang-ulang membuat peserta didik akan merasa jenuh. Sebaiknya, setiap guru PAK berupaya untuk mengenal peserta didiknya secara komprehensif, mengelola pembelajaran secara maksimal, dan menjadi teladan bagi peserta didik yang ada. Demikian pula dengan strategi pembelajaran yang digunakan, sebaiknya guru PAK mencoba untuk menggunakan strategi yang berbeda misalnya strategi pembelajaran afektif.} }