@thesis{thesis, author={Efraim Elmi}, title ={Kepemimpinan dan Kekuasaan: Tinjauan Kritis Pemahaman Para Pemimpin Pemerintahan tentang Kepemimpinan dan Kekuasaan di Kecamatan Sumarorong Kabupaten Mamasa}, year={2016}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/3758/}, abstract={Elmi Efraim (20123544), menyusun skripsi dengan judul: ?KEPEMIMPINAN DAN KEKUASAAN? Tinjauan Kritis Pemahaman Para Pemimpin Pemerintahan Tentang Kepemimpinan dan Kekuasaan di Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, yang diajukan kepada Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Toraja. Dibimbing oleh Drs. Natanael Sesa, M.Si dan Mery Toban, S.Th.,M.Pd.K. Pemilihan topik ini, dilatar belakangi oleh pengalaman penulis melihat kepemimpinan dan kekuasaan masih banyak masyarakat di Kecamatan Sumarorong mangartikan bahwa kepemimpinan dan kekuasaan itu hanya orang yang miliki jabatan, kaya, dan berani dan yang berasal dari keturunan bangsawan dan menganggap bahwa orang yang mempunyai kepemimpinan dan kekuasaan adalah orang yang mau memperkaya diri dan kepentingan keluarga saja. Hal tersebutlah yang mendorong penulis untuk ingin mengetahui bagaimana pemahaman para pemimpin pemerintah tentang kepemimpinan dan kekuasaan di Kecamatan Sumarorong. Untuk mendapatkan data sehubungan dengan topik yang penulis bahas, maka penulis melaksanakan penelitian dengan pendekatan kualitatif yang didalamnya peneliti turun langsung untuk melakukan penelitian pustaka dan penelitian lapangan melalui wawancara dan observasi dengan para pemimpin pemerintahan di Kecamatan Sumarorong. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kepemimpinan dan kekuasaan dapat dipahami oleh para pemimpin pemerintahan di Kecamatan Sumarorong bahwa kepemimpinan dan kekuasaan untuk melayani dan mensejahterakan masyarakat dan para pemimpin pemerintahanpun memahami bahwa kepemimpinan dan kekuasaan bukan sekedar jabatan, uang dan kuasa, melainkan amanat, kepercayaan, dan tanggung jawab yang diberikan untuk melayani masyarakat. Namun yang terjadi ialah para pemimpin pemerintahan di Kecamatan Sumarorong belum memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat bahkan kesejahteraan pun belum dirasakan oleh masyarakat, karena para pemimpin lebih sibuk mementingkan diri sendiri dan keluarga dan orang-orang yang terdekat saja dan benar yang dikatakan masyarakat dalam istilah ?Podo Kao (untuk diri sendiri dan keluarga ? karena itulah yang terjadi.} }