@thesis{thesis, author={Kalimbuang Marlin Bolle'}, title ={Motivasi Belajar: Kajian Teologis Praktis tentang Faktor-faktor yang Menyebabkan Kurangnya Motivasi Belajar pada Siswa Kelas V di SDN 175 Tapokko’ Kecamatan Saluputti Kabupaten Tana Toraja}, year={2011}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/4168/}, abstract={MARLIN BOLLE? KALIMBUANG, 2011, menyusun skripsi dengan judul ?MOTIVASI BELAJAR?, dengan subjudul ?Kajian Teologis Praktis tentang Faktor-faktor yang Menyebabkan Kurangnya Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas V di SDN 175 Tapokko? Kecamatan Saluputti Kabupaten Tana Toraja? Pemilihan penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya motivasi belajar pada siswa kelas V di SDN 175 Tapokko? Kecamatan Saluputti kabupaten Tana Toraja. Dalam proses belajar mengajar, motivasi memiliki peranan yang sangat penting dalam aktivitas belajar siswa. Motivasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam aktivitas belajar. Kegiatan belajar akan berlangsung dengan baik jika pada diri setiap pelajar atau siswa ada motivasi. Motivasi sebagai pendorong, penggerak, dan penyeleksi kegiatan belajar. Tidak ada seorang pun yang dapat belajar dengan baik tanpa motivasi. Tidak ada motivasi berarti tidak ada kegiatan belajar. Dan secara umum terkadang siswa kurang termotivasi dalam aktivitas belajar misalnya kurang bersemangat, kurang bergairah dalam proses belajar, karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Olehnya itu, untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya motivasi belajar pada siswa tersebut, penulis mengadakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara dengan siswa kelas V dan studi dokumenter. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya motivasi belajar pada siswa diakibatkan karena baik motivasi internal dan motivasi ektemal masih kurang pada diri siswa, karena secara umum siswa belum sepenuhnya menyadari arti sesungguhnya dari kegiatan belajar, dan motivasi secara eksternal juga masih kurang, karena orangtua maupun guru belum sepenuhnya menyadari untuk menjalankan tanggungjawabnya dalam mendidik dan membimbing siswa sepenuhnya dalam kegiatan belajarnya.} }