@thesis{thesis, author={Algita Nansi}, title ={Kajian Teologis Antropologis terhadap Simbol Pekutana dalam Adat Pekutanaam Berdasarkan Teori Mircea Eliade Kabupaten Mamasa}, year={2024}, url={http://digilib-iakntoraja.ac.id/4504/}, abstract={NANSI ALGITA(2020196991).?Kajian Teologis Antropologis Terhadap Simbol Pekutana dalam Adat Pekutanaam Berdasarkan Teori Mircea Eliade, di Desa Salumokanan Utara, Kabupaten Mamasa? (dibimbing oleh Yekhonya F.T. Timbang, M.Si dan Oktoviandy, M.Si). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pergeseran makna yang terjadi pada adat pekutanaam di desa Salumokanan Utara, yang diakibatkan oleh perkembangan zaman. Sehingga memengaruhi budaya yang ada terutama dalam pemberian pekutana sebagai aspek penting dalam tradisi tersebut serta simbol-simbol seperti benda, ritual, maupun ucapan yang memiliki makna mendalam terkait relasi sosial, moralitas, dan identitas budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna setiap simbol yang ada dalam adat pekutanaam dan bagaimana pergeseran makna yang terjadi dengan menggunakan teori Mircea Eliade. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan cara penelitian lapangan dalam bentuk pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan adat pekutanaam masih dilakukan secara turun-temurun, tetapi bentuk pelaksanaannya sudah memiliki sedikit perbedaan dari tradisi lama dengan tradisi sekarang, yang dilihat dari pekutana yang dibawa pada saat melakukan pekutanaam. Makna simbolik yang mendalam dalam adat pekutanaam sudah mulai diabaikan, oleh karena tradisi dilakukan hanya sekedar sebagai formalitas saja. Kata Kunci : Adat Pekutanaam, Pekutana, Pergeseran Makna, Simbol, Teori Mircea Eliade. ABSTRACT NANSI ALGITA(2020196991)."Anthropological Theological Study of the Pekutana Symbol in the Pekutanaam Custom Based on the Theory of Mircea Eliade, in North Salumokanan Village, Mamasa Regency" (supervised by Yekhonya F.T. Timbang, M.Si and Oktoviandy, M.Si). This research was motivated by a shift in meaning that occurred in the pekutanaam custom in North Salumokanan village, which was caused by developments over time. So that it influences the existing culture, especially in the provision of pekutana as an important aspect of this tradition as well as symbols such as objects, rituals and sayings which have deep meaning related to social relations, morality and cultural identity. This research aims to explain the meaning of each symbol in the pekutanaam tradition and how the meaning shifts occur using Mircea Eliade's theory. This research uses descriptive qualitative methods, data collection is carried out by means of field research in the form of observations, interviews and documentation. The results of the research show that the implementation of the pekutanaam custom is still carried out from generation to generation, but the form of implementation has slight differences from the old tradition to the current tradition, which can be seen from the pekutana that is carried when carrying out the pekutanaam. The deep symbolic meaning in the pekutanaam custom has begun to be ignored, because the tradition is carried out only as a formality. Keywords : Mircea Eliade's Theory, Pekutanaam Customs, Pekutana, Symbols, Shifting Meaning.} }