@thesis{thesis, author={Eka Yuanita Rian}, title ={Penerapan Gaya Indis pada Interior Bangunan Publik di Pekalongan}, year={2011}, url={http://digilib.isi.ac.id/11398/}, abstract={Kehadiran orang Belanda di Indonesia yang kemudian menjadi penguasa mempengaruhi gaya hidup, bentuk bangunan rumah tradisional, serta funk ruangannya. Arsitektur kolonial di Indonesia adalah fenomena budaya yang unik karena terjadi percampuran budaya antara penjajah dengan budaya Indonesia yang beraneka ragam. Oleh karena itu, arsitektur kolonial di berbagai tempat di Indonesia mempunyai perbedaan-perbedaan dan ciri tersendiri di satu tempat dengan tempat lainnya (Sumalyo : 1995). Begitu juga bangunan Indis di Pekalongan juga memiliki ciri tersendiri. Berdasarkan penjelasan di atas maka rumusan masalahnya yaitu apa saja unsur-unsur gaya Indis yang terdapat pada interior bangunan publik di Pekalongan serta bagaimanakah penerapan gaya Indis pada bangunan publik di Pekalongan. Dengan mengambil sample bangunan Indis di kota Pekalongan yang berfungsi sebagai bangunan publik berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan. Bangunan-bangunan tersebut yaitu Gedung Eks Kantor Pembantu Gubernur, Museum Batik, Kantor Pos Indonesia, Gedung Kantor PT. Pertani. Hasil penelitian unsur-unsur gaya Indis pada bangunan publik di Pekalongan yaitu memiliki bentuk geometris (lingkaran, persegi, segi delapan, zig-zag, garis lurus), bahan mengunakan tegel dan batu bata merah yang merupakan pengaruh gaya kolonial. Sedangkan gaya tradisional terlihat dari penggunaan bahan kayu. Proses penerapan gaya Indis pada bangunan publik di Pekalongan terlihat dari adanya perubahan-perubahan akibat penambahan bentuk floral dan sulur, dimensi, serta pengurangan bentuk sehingga menjadi lebih sederhana. Key word : Penerapan, Gaya Indis, Interior, Bangunan Publik di Pekalongan.} }