A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/home/rama/public_html/application/cache/sessions/rama_session9qgkmqgvjse4eov2kr3pl9mtn1hfo44t): failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 174

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/core/MY_Controller.php
Line: 8
Function: __construct

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 6
Function: __construct

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={Larasati Yusi yuansa}, title ={Kepengarangan (Auteurship) Bert Haanstra Dalam Film Eksperimental Mirror Of Holland (1950), Glass (1958), Dan Nederland (1983)}, year={2022}, url={http://digilib.isi.ac.id/13354/}, abstract={Penelitian ini berfokus pada analisis pola kepengarangan (auteurship) Bert Haanstra dalam film yang berjudul Mirror of Holland (1950), Glass (1958), & Nederland (1983). Penelitian dilakukan sebagai bentuk pembacaan terhadap eksplorasi film di era pasca Perang Dunia II dan juga minimnya penelitian terkait film eksperimental sebagai medium penyampaian gagasan. Ketiga film karya Bert Haanstra dianalisis untuk mencari pola auteur yang menampilkan ciri khasnya sebagai pembuat film eksperimental pada tahun1950-1980an di Belanda. Penelitian ini mengaplikasikan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Karena, mempermudah identifikasi dan analisis pola dalam film yang bersifat abstrak, melalui deskripsi dan interpretasi. Tiga film dianalisis dengan tiga pisau analisis; Identifikasi bentuk dan struktur film; Identifikasi teknis visual dan tata suara; Interpretasi gagasan di balik film-filmnya. Identifikasi bentuk, teknis visual dan tata suara dilakukan untuk mengetahui kecakapan teknis dan ciri khas teknis sang sutradara, kemudian interpretasi gagasan atau inner meaning dilakukan untuk mengetahui pesan dan nilai yang secara konsisten berusaha disampaikan Bert Haanstra melalui tiga filmnya yang berada pada rentang tahun dan kondisi teknologi yang berbeda. Tanpa narasi, Bert Haanstra tetap mampu berbicara dengan lantang kepada penonton melalui keunikan teknis visual dan audio yang digunakannya. Kedua aspek tersebut seakan menjawab aspek ketiga, yaitu gagasan di balik film-filmnya. Dapat dikatakan, struktur film dan teknis audio visual merupakan alat yang digunakan Haanstra untuk membingkai gagasan dan keputusan politisnya sebagai individu yang Nasionalis.} }

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: Failed to write session data (user). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/home/rama/public_html/application/cache/sessions)

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: