@thesis{thesis, author={Robertus Stevanus Ramayudha Andhika}, title ={Musik Dalam Ibadah Sekolah Minggu Di Gereja Pantekosta Metro Lampung}, year={2009}, url={http://digilib.isi.ac.id/15330/}, abstract={Usia kanak-kanak sangat lekat dengan dunia bermain dan bergembira. Selain itu, daya imajinasi anak-anak serta kemampuan tangkap inderawinya pun belum mencapai kemampuan seperti orang dewasa, sehingga dibutuhkan metodemetode tertentu untuk menyampaikan pesan-pesan atau pelajaran-pelajaran kepada mercka. Atas dasar pertimbangan inilah, maka metode pembelajaran firman dalam Sekolah Minggu ditempuh lewat media yang menarik serta caracara yang menyenangkan. Ajaran-ajaran moral dan etika Kristiani disampaikan lewat konsep belajar sambil bermain, misalnya lewat lagu-lagu yang dibawakan dalam ibadah. Musik dalam Ibadah Sekolah Minggu adalah bentuk musik vokal instrumental. Secara umum lagu-lagu dalam ibadah Sekolah Minggu memiliki bentuk sederhana, yang antara lain tampak pada jalinan melodi, struktur harmoni, dan liriknya. Melodi-melodi dengan interval nada yang tidak berjauhan, serta register nada yang hanya berkisar dalam satu oktaf memungkinkan anak-anak lebih cepat menangkap, dan tentu saja mercka tidak menemui kesulitan yang cukup berarti untuk menyanyikannya. Demikian pula struktur harmoninya yang menggunakan akor-akor I-IV-V, serta lirik lagu-lagunya yang menggunakan kosakata yang akrab dengan anak-anak. Dengan demikian jemaat dapat dengan mudah mengekspresikan dirinya dalam menyembah dan memuji Tuhan. Kesederhanaan musik ini didasari oIch sejumlah hal, yakni kondisi pelakunya yang berasal dari kalangan usia anak-anak, dan tujuan utama musik dalam ibadah Kristiani, yaitu sebagai media sekaligus persembahan bagi Sang Pencipta, bukan sebagai ajang tontonan.} }