@thesis{thesis, author={Mylani Diana}, title ={Analisis Koreografi Tari Bedhaya Menak Rengganis Widaninggar Karya Y. Murdiyati}, year={2008}, url={http://digilib.isi.ac.id/15332/}, abstract={Tari Bedhaya Menak Rengganis Widaninggar karya Y. Murdiyati adalah suatu bentuk tari bedhaya yang mengacu pada tari bedhaya pada umumnya. Pada tari bedhaya tersebut tidak lagi menggunakan ragam gerak tari putri gaya Yogyakarta, melainkan penata tari mengolah dari gerak tradisi gaya Yogyakarta menjadi gerak Menak. Tari Bedhaya Menak Rengganis Widaninggar ciptaan Y. Murdiyati sesungguhnya masih mengacu pada tari bedhaya pada umumnya, terutama pola lantai atau rakit yang digunakan. Pengembangan gerak lebih ditekankan pada kualitas gerak yangterkesan patah-patah yang tentunya juga menyangkut permasalahan tenaga, ruang dan waktu. Tari Bedhaya Menak Rengganis Widaninggar ini mengambil cerita dari Serat Menak khususnya Menak Cina dengan tema peperangan atau kepahlawanan. Pada inti cerita dapat dicermati pada bagian ketawangan atau rakit gelar. Rias dan busana penari bedhaya tersebut ada beberapa pengembangan dari bedhaya pada umumnya, yaitu rias yang digunakan adalah rias cantik dan menggunakan baju lengan panjang untuk busananya. Struktur gendhing pokok dalam tari Bedhaya Menak tersebut adalah gendhing tengahan, ladrang, ketawang dan gati. Kendhang batangan dan keprak juga digunakan sebagai penguat dari aksen atau tekanan yang dihasillkan oleh gerak penari. Hasil analisis dapat dikatakan bahwa tari Bedhaya Menak Rengganis Widaninggar adalah pengembangan dari tari bedhaya gaya Yogyakarta. Pengembangan tersebut terdapat pada teknik gerak yang digunakan tidak lagi mbanyu mili, rias dan busana yang digunakan, gendhing pokok yang digunakan serta pengembangan pola lantai atau rakit yang terdapat pada tari tersebut. Selain beberapa hal tersebut, unsur kendhang batangan selalu digunakan sebagai pemberi aksen atau tekanan pada setiap gerakan yang dilakukan.} }