@thesis{thesis, author={Untung Kurniawan Trias}, title ={Penyutradaraan teater Anusapati karya S.H. Mintardja dengan idiom ketoprak}, year={2008}, url={http://digilib.isi.ac.id/15427/}, abstract={Penciptaan pementasan lakon Anusapati dengan idiom ketoprak. Ketoprak merupakan salah satu bentuk teater tradisi yang mengalami perkembangan cukup pesat. Perkembangan itu dapat dilihat dari perubahan bentuk yang terjadi. dalam masyarakat agraris tradisional fungsi teater yang utama adalah sebagai pengikat solidaritas masyarakat serta sebagai penjabar nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Sisi lain, ketoprak tumbuh sebagai seni yang memiliki nilai hiburan, sehingga mampu dikelola sebagai seni yang profit oriented. naskah lakon Anusapati memiliki konfliktenarik tentang dendam dan perebutan kekuasaan secara turun-temurun yang selalu berakhir dengan pertumpahan darah. Sisi lain, terdapat hukum karma yang tidak dapat ditolak oleh manusia akibat perbuatannya. Persoalan kesalahan besar seorang pemimpin yang mengakibatkan kehancuran bagi generasi berikutnya. Peran sutradara yang kompleks dalam mewujudkan sebuah pementasan, ketika mulai dari menentukan nada dasar sampai mempengaruhi jiwa pemeran agar dapat memerankan tokoh sesuai dengan konsep yang sudah digariskan. Dalam menyutradari lakon Anusapati, sutradara berperan sebagai perancang pementasan dan mewujudkan rancangan pementasan. Peran sebagai perancang pementasan artinya bahwa sutradara membuat desain pemanggungan mulai pemilihan gaya pementasan, menentukan metode penciptaan, membuat rencana pelatihan, sampai garis besar rancangan artistik. Teater merupakan kerja kolektif dimana seluruh pendukung memiliki peranan yang penting dalam proses penyutradaraan. Sutradara idealnya tidak memandang dirinya sebagai satu-satunya kekuatan yang menentukan keberhasilan sebuah pementasan. Keberhasilan pementasan ditentukan oleh kemampuan sutradara dalam menyatukan seluruh unsur pembentuk sebuah pementasan teater.} }