@thesis{thesis, author={Nurcahyo Eko}, title ={Lagon Tiyang Sabin}, year={2007}, url={http://digilib.isi.ac.id/15435/}, abstract={Karya tari Lagan Tiyang Sabin adalah wujud visualisasi yang berangkat dari persoalan dalam bertani bagi sebagian penduduk yang hidup dan berlokasi di desa yang kini berangsur-angsur menjad i kota. Petani di Desa Sonopakis Lor, Ngestiharjo, Kasihan, Bantu!, tepatnya Bantu! paling utara berdekatan dengan daerah perkotaan , merupakan salah satu contoh objek garap dalam karya tari ini, mengingat objek garap tersebut adalah desa tempat penta tinggal. Di antara mereka yang berprofesi sebagai petani, ada yang masih bertahan dengan profesinya . Segala permasalahan yang tim bul di dalamnya menginspirasi untuk berkarya tari tentang kehidu pan petani desa yang hidup d i daerah perkotaan, sehingga muncul Lagan Tiyang Sabin yang berarti nyanyian petani yang hidup di pinggiran kota. Karya tari ini had ir dalam suasana pedesaan di Jawa dengan semangat tari kerakyatan yang enerjik, komuni katif, dalam menghadirkan realitas prilaku masyarakat petani. Sifat kesederhanaan menjadi ciri khas petani, menyebabkan mereka merasa rendah diri karena selalu berhubungan dengan tanah, lumpur, dan dianggap masyarakat kota sebagai orang yang kurang mengenal kebersihan dan hidup sehat. Durasi waktu 25 menit karya tari ini menggambarkan kegiatan bercocok tanam, masalah dengan hama seperti, unggas, dan tikus. Muncul masalah sosial yang dirasakan petani, dan ketidakseimbangan pengeluaran produksi dengan pendapatan yang mereka peroleh, dan kurang terperhatikannya nasib mereka, berdampak petani sengaja meninggalkan dunia bertani untuk beralih profesi seperti wirausaha atau pekerjaan lainnya.} }