@thesis{thesis, author={Miranti Adinda}, title ={Napel}, year={2007}, url={http://digilib.isi.ac.id/15459/}, abstract={Budaya Jember sering disebut Pendalungan yang nerupakan interaksi tiga budaya iitu: Jawa, Madura dan Osing (Banyuwangi). Identitas Pendalungan tergambar kuat 1da seni Lengger, sebuah seni barangan yang keliling pada malam hari. Karya tari ini 1engacu pada penari Lengger dari Jember yang bemama ibu Yati, keinginannya untuk tenghidupi keluarga, menyekolahkan anaknya dan hidup berkecukupan. Ada Jnsekuensi terhadap pilihannya, menyediakan tubuhnya disentuh para lelaki yang terdiri rri pengojek, pedagang sayur, tukang becak saat memberikan nape/. Masyarakat menilai gatif karena bersinggungan dengan kehidupan malam dan dunia portitusi. Koreografinya kontemporer, walaupun mengacu dari tari tradisional Jawa Timur mg dipadu dengan gerak ekspresif hasil eksplorasi tentang pergulatan batin wanita kerja malam, saat dicemooh, saat "bertopeng" menyembunyikan profesi terhadap luarga dan lingkungannya. Proses awal dilakukan observasi, merekam gambar serta awancara ke kelompok Lengger, yang menggugah ernpati sosial koreografer, kemudian menumbuhkan gagasan kteatif untuk diwujudkan ke dalam karya tari. Napel ditarikan oleh seorang penari Wanita yang memvisualisasikan penari ngger yang mengalami konflik batin. Sebagai penguat permasalahan dan orisinalitas hadirkan pula penari iengger asli Jember yaitu ibu Yati. Musiknya kontemporer ditata eh Drs. Chaerul Slamet yang berasal Madura. Menggunakan tata rupa panggung yang engarah ke seni instalasi yang menyimbolkan sempitnya ruang hidup Lengger} }