@thesis{thesis, author={Riwayanto Doni}, title ={Analisis Musikologis Fenomena Pollychordal Dalam Pola Penempatan Arpegio Septim Terhadap Akor-Akor Superimpose}, year={2007}, url={http://digilib.isi.ac.id/15710/}, abstract={Dalam karya tulis ini akan dijabarkan tentang bagaimana suatu arpeggio septim (sebagai contoh arpeggio minor 7) dapat bekerja menghadirkan interval-interval selain interval 7 dalam akor-akor superimpose (sebagai contoh akor mayor 9). Proses tersebut dapat bekerja berkat fenomena po/ychorda/ di dalam akor-akor yang telah dilapiskan ke atas (superimpose). Di atas akor CM9 (C mayor 9) yang berisi nada C-E-G-B-D, seorang pemain gitar cukup berimprovisasi menggunakan arpeggio Em7 (E-G-B-D) untuk dapat menghadirkan interval 9 (nada D) dari akor CM9. Seorang gitaris tentu memahami, bahwa menghafal satu pola arpeggio tentu lebih mudah daripada menghafal berpuluh-puluh arpeggio. Karena sebuah posisi arpeggio (sebagai contoh arpeggio Em7) dapat digunakan untuk memproduksi arpeggio m7 dari akor apapun. Dan dengan fenomena po/ychorda/, sebuah bentuk arpeggio m7 dapat digunakan untuk berimprovisasi di atas akor M9, M13, mll (dan tentu saja akor m7 sendiri) dari akor apapun. Dengan cara ini seorang gitaris hanya cukup menghafal beberapa bentuk arpeggio septim untuk dapat bermain di atas akorĀ­ akor superimpose meskipun dengan alterasi terhadap unsur-unsur nadanya. Contoh dalam penjabaran tersebut di atas terjadi pada akor superimpose yang relatif masih memiliki struktur interval sederhana. Dimana hampir seluruh nada dalam akor tersebut tersusun dengan interval ters. Bagaimana dengan akor-akor yang memiliki susunan interval yang sedikit lebih rumit? Akor dominant 7 b 5#9 misalnya? Maka dibutuhkan beberapa pendekatan yang lebih terbuka untuk dapat menterjemahkannya ke dalam arpeggio sesederhana arpeggio septim. Kata Kunci: Arpeggio, dan Polychorda/.} }