@thesis{thesis, author={Nurgiyanta Rachmat}, title ={Gending Sri Dhandang dalam upacara caosan di Dusun Tutup Ngisor Desa Sumber Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang dalam perspektif etnomusikologis}, year={2005}, url={http://digilib.isi.ac.id/15920/}, abstract={Caosan merupakan satu bentuk upacara ritual budaya yang diselenggarakan oleh masyarakat Dusun Tutup Ngisor pada setiap malam Jumat, malam Senin Legi, malam Selasa Kliwon, dan malam selikuran. Atas dasar kepercayaan manusia yang meyakini keberadaan alam roh yang abstrak, dengan maksud agar terdapat keharmonisan (kesimbangan) diantara keduanya dan dengan Tuhan. Dalam pelaksanaannya disajikan gendhing Ketawang Sri Dhandhang Laras Pelog Patet Lima ciptaan Romo Yoso Sudarmo (alm) yang berfungsi sebagai sorogan atau pendorong doa-doa. Kehadirannya sebagai simbol komunikasi yang diyakini dapat mempercepat komunikasi manusia dengan roh (Tuhan, Dewi Sri, dan leluhur) untuk memohon kedamaian dan kemakmuran. Sementara ketidak hadirannya diyakini akan membawa malapetaka bagi masyarakat. Kedudukan gending Sri Dhandhang sebagai bagian upacara menempatkannya dalam kategori musik ritual. Dan sebagai sebuah bentuk kesenian, gending ini tetap hidup karena masih dibutuhkandan berperan penting dalam kehidupan masyarakat pendukungnya.} }