@thesis{thesis, author={Wahyudi Ahid}, title ={Bentuk Dan Fungsi Seni Koangan Desa Bumitirta, Kecamatan Selomarto, Kabupaten Wonosobo, Propinsi Jawa Tengah}, year={2006}, url={http://digilib.isi.ac.id/15943/}, abstract={Penulisan ini bertujuan untuk melihat bentuk serta fungsi dari kesenian koangan yang ada di daerah Kabupaten Wonosobo. Hiburan masyarakat yang menyatu dengan tata cara hiburan adat Jawa, juga mengakibatkan perkembangan fungsi atas keberadaan koangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan melalui pendekatan yang digunakan adalah historis, sosiologis, dan antropologis. Koangan adalah salah satu kesenian yang ada di daerah Desa Bumtirta yang dalam penyajiannya terdapat vokal, permainan instrumendundhengan. Koangan berdasarkan dialek masyarakat Desa Bumitirta berasal dari kata koang vang mempunyai arti "tutup" yang diakhiri dengan imbuhan an. Koangan dalam masyarakat Desa Bumitirta identik dengan penutup kepala waktu pergi ke sawah atau pada waktu menggembala itik saat hujan, yang di daerah-daerah lain disebut caping, sedangkan bundhengan merupakan nama dari alat atau instrumenbrillarti koangan yang dipakai dalam pertunjukan seni koangan. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat Desa Bumitirta menyebut kesenian koangan in dengan seni bundhengan Melihat penyajian koangan dengan membangun musikal yang terpola dalam komposisi permainan instrumen bundhengan menghadirkan birama dan alunan melodi yang berpadu dengan sajian vokal. Penyajian komposisi permainan instrumenthengan menggunakan nada karawitan Jawa, seperti suara thong (menyerupai nada nem), dhil (menyerupai nada ma), dan dheng (menyerupai nada lu), merupakan hasil steman dari dawai dan suara tak, thung, dhah, merupakan hasil steman dari tiga bilah bambu untuk suara kendhang} }