@thesis{thesis, author={Restu Wibowo Tegar}, title ={Implementasi Metode Tutor Sebaya pada Pembelajaran Tari Trengganon di Paguyuban Kesenian Trengganon Alfatah Sleman Yogyakarta}, year={2024}, url={http://digilib.isi.ac.id/16507/}, abstract={Keterbatasan pengajar dalam memahami setiap siswanya pada saat proses kegiatan pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Perlu adanya penggunaan metode yang tepat dan terstruktur agar proses belajar dengan pemberian materi ajar dapat dipahami oleh siswa. Tujuannya agar memberikan peningkatan terhadap hasil belajar siswa, baik dari segi pemahaman dan penghafalan khususnya pembelajaran tari. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan implementasi metode tutor sebaya pada pembelajaran tari Trengganon di Paguyuban Kesenian Trengganon Alfatah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus serta menggunakan teknik analisis data kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik validasi data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Objek pada penelitian ini adalah implementasi metode tutor sebaya pada pembelajaran tari Trengganon, sedang subjeknya adalah ketua, pengurus, dan pengajar paguyuban kesenian Trengganon Alfatah. Data yang telah didapat akan dianalisis serta diolah secara reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tutor sebaya yang diterapkan di Paguyuban Kesenian Trengganon Alfatah terbagi menjadi enam tahapan, yaitu memilih tutor, memberikan penjelasan kepada tutor, membagi kelompok, menempatkan tutor ke kelompok, menjelaskan materi ajar, melakukan pembelajaran dengan tutor, dan evaluasi. Pemilihan siswa tutor yang dilakukan oleh pengajar tanpa melalui tes tertentu, namun berdasarkan kematangan materi, ketubuhan, dan pengalaman siswa. Penerapan metode tutor sebaya ini menghasilkan sejumlah dampak bagi pembelajaran, mulai dari pengembangan interaksi antarsiswa, proses pembelajaran berjalan lebih komunikatif, dan menghilangkan kecanggungan siswa dalam proses pembelajaran pembelajaran.} }