@thesis{thesis, author={Suyatno Suyatno}, title ={Penyajian Gending-Gending Tradisi : Wedhikengser, Kinanthi Jangga, Dhendhang Sembawa Dan Renyep}, year={2012}, url={http://digilib.isi.ac.id/6564/}, abstract={"Karawitan gaya Yogyakarta sangat dikenal oleh pecinta, penggemar karawitan dengan gending sorannya. Gending soran adalah gending yang digarap dengan sajian volume/ suara keras atau sora yang lebih menonjolkan garap instrumen wingking atau balungan dan instrumen yang berperan seperti bonang barung, bonang penerus, bonang penembung, ketuk kenong, kempyang, kempul dan gong. Volume suara yang keras tersebut menimbulkan efek musikalitas yang terkesan agung, sigrak, mungguh, gagah dan greget. Di samping garap soran karawitan gaya Yogyakarta juga memiliki garap sajian uyon-uyon lirihan yang lebih menonjolkan instrumen ngajeng di antaranya gender, rebab, kendang, gambang-suling, siter, gender penerus dan vokal. Penyajian ini merupakan salah satu upaya untuk menggali, melestarikan, mengembangkan gending-gending gaya Yogyakarta. Gending Wedhikengser adalah gending dengan garap soran, gending Kinanthi Jangga merupakan gending lirihan yang mempunyai spesifikasi garap. Gending Dhendhang Sembawa digunakan untuk iringan tari srimpi Dhendhang Sembawa. Gendhing Renyep dalam penyajiannya difungsikan untuk iringan pakeliran wayang kulit gaya Yogyakarta pada jejer V} }