@thesis{thesis, author={Sukarman Sukarman}, title ={Bentuk Penyajian Tari Laisan di bajomulya Kecamatan Juana Kabupaten Pati}, year={1990}, url={http://digilib.isi.ac.id/6681/}, abstract={Seni Tari Laisan berkembang di daerah nelayan. Tari ini tidak memperhatikan kostum sehingga pelaku utama pada Laisan kostumnya cukup memakai sarung dan iket, dikarenakan dalam pengembangannya tidak melalui seniman. Sebelum mengalami pengembangan instrumen yang digunakan cukup dengan bambu dan guci, tepi setelah mengalami pengembangan yaitu setelah dikelola oleh Taman Kebudayaan Juana ditambah dengan balungan ricikan, bonang, kendang batangan. Denganbermacam-macam aliran kepercayaan misalnya Sapta Darma, Tunggul Sabdajati, Pangestu, Pramono Sejati, maka kepercayaan tentang alam gaib sangat tebal di hati sanubarinya. Demikian juga pada tari Laisan percaya adanya alam gaib yaitu mendatangkan roh bidadari untuk turun di dunia. Laisan merupakan seni kerakyatan yang mempunyai kekuatan gaib untuk mendatangkan roh bidadari. Sarana yang dipakai untuk masuknya roh tersebut adalah manusia yang dimasukkan dalam kurungan penuh dengan asap dupa diikuti dengan nyanyian, instrumen bambu dan guci. Pelaku utama tidak bisa dari sembarang orang namun semata-mata karena keturunan, atau mendapat ilham untuk menjadi pelaku utama.} }