@thesis{thesis, author={Prasetyorini Arjuni}, title ={"Loro Blonyo"}, year={2012}, url={http://digilib.isi.ac.id/6682/}, abstract={Loro Blonyo adalah karya tari yang didasarkan pada kajian filosofi patung Loro Blonyo sebagai simbol kesuburan bagi masyarakat petani Jawa. Karya ini memvisualisasikan tentang patung Loro Blonyo dalam kehidupan masyarakat petani Jawa. Mereka percaya bahwa patung Loro Blonyo dapat mendatangkan sugesti kesuburan dalam pertanian maupun dalam seksualitas suami istri. Patung Loro Blonyo tertuang dalam setiap aktivitas masyarakat petani dalam setiap kehidupannya. Gerak dasar dalam karya ini berangkat dari eksplorasi patung Loro Blonyo, sebuah patung kuna yang berasal dari kebudayaan Hindu. Patung Loro Blonyo merupakan dasar ekplorasi gerak penata yang berasal dari penjelajahan latar belakang Patung Loro Blonyo sebagai patung kesuburan bagi masyarakat petani Jawa. Patung Loro Blonyo memiliki ekspresi yang sangat khas, dengan posisi duduk sila, bersikap tenang dengan aura romantis dan mistis, bagai sepasang pengantin yang berada di pelaminan. Gerak-gerak dirangkai dalam empat adegan yaitu hadimya Dewi Sri, aktivitas masyarakat petani Jawa, romantika rumahtangga, harapan petani akan kesuburan, eksotisme keindahan , dan kemistisan patung Loro Blonyo. Menggunakan iringan musik MIDI (Musical Instrument Digilal Interface) yang merupakan penggabungan unsur musikalitas tradisi dan kontemporer. Karya dengan jenis tradisi-kontemporer ini memadukan tipe liris dan dramatik. Kostum penari inti menggunakan celana Iebar, kemben, baju tanpa lengan berwarna hijau dengan plisir cindhe, dan body painting, sedangkan penari Loro Blonyo menggunakan kostum pengantin basahan gaya Yogyakarta corak paes ageng, dengan bodypainting aksen kayu.Karya ini berdurasi 22 menit, disajikan di Panggung Prosenium Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, lnstitut Seni Indonesia Yogyakarta , pada hari sabtu 14 Januari 2012.} }