@thesis{thesis, author={Fauziah Hanik}, title ={PROFIL RESPON SISWA TERHADAP MASALAH MATEMATIKA SESUAI PENJENJANGAN TAKSONOMI SOLO DILIHAT DARI GENDER PADA MATERI PERSAMAAN KUADRAT}, year={2013}, url={http://digilib.uinsby.ac.id/10567/}, abstract={Secara sederhana kemampuan kognitif dapat diartikan sebagai suatu proses berfikir atau kegiatan intelektual seseorang yang tidak dapat secara langsung terlihat dari luar. Proses berfikir adalah sesuatu yang kasat mata, tidak dapat diamati, yang dapat diamati adalah respon yang diberikan oleh siswa selama proses berfikir itu berlangsung. Respon tersebut dapat berupa lembar hasil atau lembar kerja siswa saat diberikan tugas tertentu. Taksonomi SOLO sebagai salah satu taksonomi tujuan pembelajaran selain taksonomi bloom, yang dapat digunakan untuk menganalisis kemampuan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap respon siswa terhadap masalah matematika sesuai penjenjangan Taksonomi SOLO dilihat dari gender pada materi persamaan kuadrat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga siswa laki-laki dan tiga siswa perempuan kelas X SMA Darul Ulum Sugio Lamongan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hasil respon yang diberikan siswa laki-laki dan perempuan terhadap masalah matematika. Hasil dari respon tersebut akan diklasifikasikan berdasarkan pada taksonomi SOLO. Dalam taksonomi SOLO itu sendiri, terdapat 5 level yang dipakai dalam pengelompokan respon siswa laki-laki dan perempuan sesuai dengan hasil respon yang diberikan oleh siswa. Ke 5 level tersebut antara lain: Prastruktural, Unistruktural, Multistruktural, Relasional, dan Extended Abstract. Setelah data hasil penelitian dianalisis, diketahui bahwa dari kelompok atas siswa laki-laki mencapai level relasional sedangkan siswa perempuan mencapai level multistruktural. Dari kelompok tengah siswa laki-laki mencapai level prastruktural sedangkan siswa perempuan mencapai level multistruktural. Dan dari kelompok bawah siswa laki-laki mencapai level unistruktural sedangkan siswa perempuan mencapai level prastruktural.} }