@thesis{thesis, author={Khotimah Elis Husnul}, title ={MUNADA DI QASHIDAH AD DIBAI}, year={2013}, url={http://digilib.uinsby.ac.id/11351/}, abstract={Dalam penulisan skripsi ini, penulis ingin menjelaskan munada yang ada di Qashidah Ad dibai, akan tetapi penulis terlebih dahulu akan menjelaskan tentang nida dan munada secara umum. Nida adalah mengharapkan kedatangan seseorang dengan menggunakan huruf pengganti lafad ad uu. Huruf nida itu ada delapan yaitu Hamzah, ay, yaa, aa, ayaa, hayaa, aay dan waa. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini hanya satu yaitu apa yang dimaksud dengan munada dan hal apa saja yang berhubungan dengan munada. Metode yang digunakan dalam membahas masalah ini, penulis mengguakan dua metode, yaitu metode bayani dn metode tahlili. Metode bayani adalah suatu metode yang menjelaskan pendapat-pendapat ulama yang berubungan dengan masalah ini. Meode tahlili adalah suatu metode yang dilakukan untuk menetapkan pendapatnya berdasarkan pendapat para ulama dan kesimpulan-kesimpulan. Adapun tujuan dalam pembahasan ini adalah untuk mengetahui munada, dan hal-hal yang berhubungan dngan munada. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut 1. Munada adalah isim maf ul sesudah huruf nida. 2. Munada dibagi menjadi lima yaitu mufrad alam, nakirah maksudah, nakirah ghairu maksudah, mudlaf, syibaih mudlaf. 3. Pembahas mengemukakan ushlub-ushlub munada dengan makna-maknanya seperti al ighra u (anjuran atau bujukan), al istighatsah (permintaan, pemohonan), nuthbah (ratapan), ta ajub (kagum), zajir (teguranatau peringatan keras), tahasur (sedih), tadzakur (kenangan atau memori), tahayyur (gelisah atau bingung), al ikhtishash (meringkas atau menghususkan).} }