A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Koko and M. Roem },
title ={Tafsir Al Quran suatu pendekatan Hermeneutika},
year={1996},
url={http://digilib.uinsby.ac.id/11504/},
abstract={Skripsi ini meneliti tentang penafsiran Al-Qur'an dengan pendekatan hermeneutika. Al-Qur'an merupakan dasar keyakinan keagamaan, peribadatan, hukum, pembimbing tingkah laku masyarakat dan individual.Hermenutika berasal dari kata yunani, hermenuein, yang berarti menafsirkan. Hermenutika baru digunakan pada abad ke-17 dan 18 untuk menunjukan ajaran tentang aturan-aturan yang harus diikuit dalam mengerti dan menafsirkan dengan tepat suatu teks dari masa lampau (yunani/romawi). Tafsir bermakna menjelaskan, menyingkap dan menampakan atau menerangkan makna yang abstrak. Makna penafsiran Al-Qur'an dalam perspektif filosofisnya (hermeneutika Al-Qur'an) adalah usaha manusia dalam memahami dan mengintrepretasikan ajaran-ajaran dari teks Al-Qur'an yang berpijak pada pemahaman hakikat manusia serta kegiatan sadarnya sebagai makhluk eksistensial yang senantiasa harus membuat intrepretasi, dalam ada bersama dunia serta yang lain, yang dilakukan secara dialektis serta dalam konteks historisitas. Dari telaah hermeneutika, al-qur'an merupakan teks terbuka terhadap berbagai penafsiran. Setiap upaya penafsiran merupakan usaha menampakan setahap demi setahap untuk mengisi jarak antara nuansa yang terkandung dalam realitas simbolik Al-Qur'an dengan dinamika dan kompleksitas realitas kehidupan manusiawi hingga ketingkat wujud.}
}