A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={Mas Nur Endah }, title ={PESAN DAKWAH DALAM TABLOID KISAH HIKMAH (Analisis Wacana Rubrik Kultum Tabloid Kisah Hikmah Edisi 210 dan 211)}, year={2016}, url={http://digilib.uinsby.ac.id/11983/}, abstract={Ada dua persoalan yang dikaji dalam skripsi ini, yaitu: (1) Bagaimana bahasa yang digunakan pada rubrik kultum ini ditampilkan? (2) Bagaimana makna pesan dakwah dalam rubrik kultum Tabloid Kisah Hikmah edisi 210 dan 211? Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bahasa yang digunakan dan makna pesan yang terkandung dalam rubrik kultum Tabloid Kisah Hikmah edisi 210 dan 211. Untuk mengungkap persoalan tersebut secara menyeluruh dan mendalam dalam penelitian ini digunakanlah pendekatan deskriptif dengan analisis kualitatif dan jenis penelitian analisis teks media yakni analisis isi dengan model analisis wacana Teun A. Van Dijk. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) Dalam rubrik kultum edisi 210 dan 211, bahasa yang digunakan baik melalui aspek kata ataupun aspek kalimat sama-sama menunjukkan bahwa indahnya berbagai macam budaya bukan hanya dilestarikan saja tapi budaya juga dapat dijadikan metode untuk berdakwah. (2) Rubrik kultum Tabloid Kisah Hikmah edisi 210 mengandung pesan dakwah yang meliputi masalah syariah yakni setiap manusia harus menghormati budaya yang ada di setiap kalangan masyarakat, agar nantinya Islam dapat dilestarikan. Dan untuk edisi 211 pesan dakwahnya meliputi masalah akhlak yakni setiap manusia dituntut untuk memiliki dan menjunjung tinggi sifat akhlakul karimah, karena jika di dalam diri seseorang tertanam sifat akhlakul karimah, maka orang lain akan menghormatinya. Dalam penelitian ini masih banyak kekurangan yang perlu kiranya untuk bias menjadi acuan dalam penelitian selanjutnya sebagai upaya untuk menjadi lebih baik, tentunya dengan focus masalah dari pisau analisis yang berbeda. Adapun harapan peneliti kepada redaksi Tabloid Kisah Hikmah hendaknya tidak hanya memuat tokoh agama atau pengasuh pondok pesantren yang sudah mempunyai otoritas dan dikenal oleh masyarakat saja. Namun, jauh dari itu hendaknya redaksi Tabloid Kisah Hikmah juga memuat dan mengangkat para tokoh agama atau pengasuh pondok pesantren yang ada di tanah air yang belum dikenal oleh masyarakat tapi otoritasnya tinggi. Biasa dari kota Surabaya sendiri, karena di Surabaya banyak sekali tokoh masyarakat atau pondok pesantren ternama.} }