@thesis{thesis, author={Muhlis Ahmad}, title ={KEPEMIMPINAN MENURUT SAYYID QUTUB DALAM TAFSIRNYA FI DZILAL AL-QURAN. SKRIPSI STRATA 1 FAKULTAS USHULUDDIN JURUSAN TAFSIR HADIS (KHUSUS) IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA.}, year={2009}, url={http://digilib.uinsby.ac.id/7987/}, abstract={Secara khusus, al-Qur'an tidak pernah membicarakan sama sekali tentang kepemimpinan (leadership), karena kepemimpinan merupakan istilah baru, yang muncul dalam organisasi. Namun bukan berarti Al-Qur'an meninggalkannya, karena al-Qur'an adalah petunjuk bagi manusia (hudan li al-nas). Didalam al-Qur'an terdapat berbagai istilah yang memiliki kesamaan pengertian dengan kepemimpinan diantaranya khalifah, imamah, ulul amri, waliyy dan al-Malik. Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul: Kepemimpinan Menurut Sayyid Qutub Dalam Tafsirnya Fi Dzilal al-Quran . Kepemimpinan (Imamah) dapat disimpulkan dalam beberapa poin penting. Pertama, makna kepemimpinan menurut Sayyid Qutub mencakup dua hal: pertama, Kepemimpinan di artikan munculnya kehendak Allah untuk pengendalian bumi dalam mengadakan dan membuat, menguraikan dan menyusun, memutar dan menukar dan menggali apa yang ada di bumi baik berupa kekuatan dan potensi yang kesemuanya itu di karuniakan kepada manusia dan sebagai pengganti kekuasaan dengan berganti-gantinya generasi manusia di bumi, perginya satu generasi dan datangnya generasi lain, kepergian dan kedatangan yang silih berganti sepanjang masa. Kedua, kepemimpinan (imamah) yang layak di ikuti adalah pemimpin yang membimbing manusia ke jalan Allah dan yang membawa mereka (manusia) kepada kebaikan dan bagi orang-orang yang berhak terhadapnya karena amal dan perasaanya, kesalihan dan keimanannya bukan warisan dari keturunan. Kedua, Sayyid Qutub menganggap bahwa di antara prinsip-prinsip kepemimpinan yang terdapat dalam al-Qur'an dan layak dimiliki oleh seorang pemimpin adalah pemimpin tersebut bersikap adil dalam segala hal dan amanah dalam menyampaikan segala sesuatu. Ketiga, Karakteristik penafsirannya tentang ayat-ayat kepemimpinan ialah: Pertama, tafsir fi dzilal al-quran tergolong tafsir bi al-ra’yi modern yang mahmud (terpuji), penafsiranya berkaitan dengan permasalahan sosial juga kandungan hukumnya sering dikemukakan dengan memberikan alternatif-alternatif pemecahan sesuai dengan dimana kaum muslimin hidup sehingga tampak sekali peran nilai al-quran yang universal. Kedua, Dalam penjelasannya dia menampilkan pengantar terlebih dahulu tentang ayat-ayat yang berkenaan dengan kepemimpinan, mengikat bagian-bagian ayat kepemimpinan, menjelaskan maksudnya, memberikan hukum melalui hadis-hadis shohih, mengaitkan penafsirannya dengan permasalahan sosial politik dan kemasyarakatan, memberikan konsep-konsep alternatif serta mengaitkan islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang dapat menuntaskan problematika kehidupan kaum muslim.} }